oleh

Semakin Brutal, Kelompok TPN-OPM Merampas Alat Berat & Merusak Jalan

-Artikel, Kriminal-1.186 views

Kitorangpapuanews.com, Mimika – Memasuki hari keenam penyanderaan warga Kampung Kimbely dan Banti, Kelompok TPN-OPM tidak henti-hentinya melakukan berbagai macam aksi kriminalitas. Selain melakukan penyanderaan dan aksi penembakan, Kelompok TPN-OPM juga merampas alat berat milik PT. Freeport Indonesia dan dan merusak jalan menuju Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Berdasarkan informasi dari TIM CID (Community Infrastructur Development) PT. Freeport Indonesia, alat berat yang dirampas oleh Kelompok TPN-OPM adalah jenis exsavator milik Kontraktor Osato merek Carterpilar (Cat) sebanyak 2 (dua) unit yaitu nomor lambung 009 dan 010. Exsavator tersebut digunakan oleh untuk menutup akses jalan di tengah-tengah jalan Kampung Utikini yang bertujuan memberikan rintangan buatan untuk menghalangi akses aparat keamanan yang akan menuju ke Kampung Utikini.

Akses jalan yang diputus oleh Kelompok TPN-OPM meliputi 3 (tiga) titik diantaranya jalan antara Kampung Longsoran dan Utikini, jalan di bawah bekas Pos Brimob lama yang berjarak 200 m dari Pos Brimob Lama dan jalan di atas bekas Pos Brimob lama Utikini yang berjarak 250 meter dari Pos Brimob Lama.

Kejadian ini juga dibenarkan oleh Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar saat di wawancarai media di Jayapura. “Memang betul ada laporan tentang Kelompok bersenjata bersama kendaraan berat jenis eksavator milik perusahaan dan menyandera operatornya yang kini digunakan untuk merusak jalan dari Utikini ke Banti”. Kapolda menambahkan saat merusak jalan, Kelompok TPN-OPM melakukan pengawalan agar aksi pengerusakkan jalan menggunakan alat berat yang dikemudikan oleh karyawan Freeport yang disandera itu terus dilakukan.

Namun, sampai saat ini belum diketahui identitas karyawan yang disandera saat sedang mengerjakan jalan itu. Bahkan diperoleh informasi terakhir bahwa exsavator yang dirampas saat ini berada di Kampung Utikini tepatnya ditengah jalan dan kondisinya sudah terbakar.

Adanya aksi perampasan alat berat dan pengerusakkan jalan yang dilakukan oleh Kelompok TPN-OPM merupakan aksi yang terencana dan perlu tindakan yang cepat dari aparat keamanan. Sampai saat ini warga di Kampung Banti dan Kimbely masih terisolasi dan kondisinya sangat memprihatinkan mengingat ketersediaan bahan makanan dan obat-obatan semakin berkurang.(**)

News Feed