oleh

SELAIN SEPARATIS, KELOMPOK RADIKAL HTI DINILAI SEBAGAI ANCAMAN BARU BAGI PAPUA

-Artikel, Sosial-1.803 views
HTI sering melakukan unjuk rasa dengan dalih agama, namun syarat akan tendensi ancaman idiologi negara (Foto : Ilustrasi)

Bertempat di Hotel Mutiara Cigombong Kotaraja Dalam Kelurahan Vim Distrik Abepura, telah dilaksanakan Pertemuan Forum Gerakan Papua Cinta Damai dan Keberagaman Untuk Menolak Kelompok Radikal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di atas Tanah Papua, Rabu (3/5/2017).

Kegiatan ini difasilitasi oleh Gerakan Pemuda (GP) Anshor Provinsi Papua dan Papua Barat, Sdr. Amir M. Madubun (Ketua GP Anshor Papua dan Papua Barat) dan H. Kumar (Sekretaris GP Anshor Papua dan Papua Barat) serta diikuti sekitar 30 orang.

Adapun isi dari pertemuan tersebut adalah secara tegas menolak kelompok radikal/ekstrim yang mengatasnamakan agama. Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris GP Anshor, Bapak Kumar, “Saya kira semangat tetap satu demi keutuhan NKRI dan Papua disini memiliki dampak sehingga patut kita himpun kekuatan bersama-sama tanpa melihat etnis karena satu keutuhan NKRI”.

Adanya faham-faham radikal sehingga ke depan apakah kita lakukan jumpa pers atau turun jalan terkait langkah-langkah menyikapi maraknya isu-isu kelompok radikal yang tumbuh berkembang di Papua. “Ini murni gerakan moral dan tanpa unsur politik demi keutuhan NKRI”, tambahnya.

Bentuk keprihatinan adanya berkembangnya faham Radikal di Papua kami dari GP Anshor dan Banser melakukan pertemuan dan rencana akan melakukan aksi. Selanjutnya kita melakukan kesepakatan bersama dengan Pemerintah, TNI dan Polri. Pemuda GP Anshor yang akan menjadi mediator, karena ini soal Radikalisme Islam dan jika dilakukan oleh teman non muslim maka akan menjadi sara.

“Saya sudah menyiapkan surat kepada Kapolda, Pangdam, Gubernur dan Kanwil Agama terkait bahayanya HTI”, tutur Amir Ketua GP Anshor Papua dan Papua Barat.

Kami akan melakukan konvoi di seluruh Papua terkait penolakan HTI karena kami memiliki informasi bahwa HTI ada Kantor di Jayapura. Dan kita melakukan deadline agar sampai 1 bulan agar HTI ditemukan dan diberikan peringatan, karena HTI bergerak masif dan door to door ke rumah dengan melakukan doktrin kepada mereka yang lemah dan itu konsep yang mereka buat untuk mengubah ideologi di Indonesia.

Selanjutnya GP Anshor akan melakukan koordinasi secara intensif dengan Pemerintah, TNI dan Polri. Dalam rangka mensosialisasikan bahayanya faham radikal yang di duga dibawa dan disebarkan oleh kelompok HTI.

Dalam pertemuan ini turut hadir juga beberapa tokoh dan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan antara lain Koni, pemuda gereja, pemuda muhammadiyah dan tokoh masyarakat di sekitar jayapura. (DS)

News Feed