SEKJEN PIF, “KAMI TIDAK MENERIMA ULMWP DALAM DIALOG”

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Sekertaris Jendral Forum Kepulauan Pasifik (PIF), Dame Meg Taylor  menegaskan bahwa isu kemerdekaan West Papua yang diajukan oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), tidak pernah dibahas di dalam  pertemuan dialog anggota PIF di Samoa bulan Agustus lalu, dalam pertemuan PIF bulan Agustus lalu secara tegas  negara pasifik yang tergabung didalam keanggotaan PIF mengakui perkembangan dan kemajuan pembangunan di Papua yang semakin baik, Sabtu (01/09).

Dirinya juga menambahkan jika ULMWP bukan merupakan anggota dari PIF, dikarenakan Keanggotaan PIF diperuntukkan bagi negara berdaulat, overseas territory, atau organisasi internasional resmi.

Namun diketahui bahwa ULMWP selalu saja dari tahun ke tahun mengatasnamakan rakyat Papua di forum internasional dan secara intens menjual isu Papua untuk mengambil keuntungan dan kepentingan kelompok. Isu yang disampaikan pun merupakan isu fiktif, pemutar balikan fakta yang sengaja diciptakan demi keuntungan kelompok.

Namun semua isu yang sengaja di buat tersebut terbantahkan dengan adanya kunjungan negara yang tergabung didalam keanggotaan PIF dan beberapa kunjungan kenegaraan lainnya di Papua, dan dari kunjungan tersebut negara yang tergabung dalam keanggotaan PIF  mengakui kemajuan pembangunan di Papua dan menjadikan Papua sebagai percontohan untuk dapat diterapkan di Negaranya.

hal tersebut semakin menegaskan jika ULMWP hanya sekelompok orang yang berupaya menciptakan situasi damai menjadi kurang kondusif. ULMWP juga selalu gagal dan ditolak, baik di ajang KTT MSG maupun PIF. ULMWP juga terbentur persyaratan dalam mengikuti kegiatan PIF salah satu syaratnya adalah negara yang berdaulat yang diakui dunia Internasional.

Selain itu juga perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke -73 di Papua yang berlangsung meriah (lihat: SEMARAK MERAH PUTIH DI JAYAPURA), serta  dipadati masyarakat agustus lalu menjadi bukti kuat nya nasionalime dan rasa cinta tanah air yang begitu besar di tanah Papua. Padahal banyak sekali himbauan dan propaganda  yang dilakukan baik oleh pihak KNPB dan ULWP untuk tidak merayakannya. Sebaliknya kegiatan yang dilakukan oleh ULMWP yang bernuansakan SARA dan rasis, berupa hasutan dan fitnah selalu sepi dan tidak diminati oleh masyarakat maupun mahasiswa di Papua, Kenyataan riil seperti ini menunjukkan besarnya rasa Nasionalisme NKRI dan cinta tanah air di tanah Papua. Selain itu menunjukan bahwa masyarakat tidak mudah dibelokkan dan mampu melihat yang benar menjadi suatu kebenaran dan yang fitnah tidak mendapatkan ruang di tanah Papua.

Agar kitorang Papua fokus untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua,  jangan sampai mau dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang ingin mencari keributan dan memanfaatkannya untuk mencari uang. Kitorang Papua su pintar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.