SAR JAYAPURA GELAR LATIHAN KECELAKAAN PESAWAT UDARA

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Belajar pada kasus yang baru-baru ini ramai dibahas tentang kecelakaan pesawat Lior Air JT610, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura menggelar Latihan Pencarian dan Pertolongan Daerah (Latsarda) dan Uji Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Tahun 2018.

Latihan SAR Daerah (Latsarda) dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR memprioritaskan kecelakaan pesawat udara bagi potensi SAR di Jayapura, Provinsi Papua.

Kegiatan Latsarda dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR ini dibuka secara resmi oleh Kasubdit Dukungan Operasi Nur Yahya, didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura Putu Arga Sujarwadi.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos, M.M., dalam sambutan pembukaannya yang dibacakan Kasubdit Dukungan Operasi Nur Yahya menyampaikan, pihaknya menyambut baik atas dipilihnya kecelakaan pesawat udara sebagai prioritas dalam penyelenggaraan Latsarda dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR kali ini.

 “Jadi, pencarian dan pertolongan (SAR) merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Sehingga tujuan misi SAR untuk menyelamatkan jiwa semaksimal mungkin dapat tercapai,” katanya.

Lanjut ia mengatakan, semakin luas tugas yang menjadi beban Basarnas dan juga semakin besarnya tuntutan masyarakat akan keberhasilan operasi pencarian dan penyelamatan.

Basarnas, kata dia, awalnya hanya memiliki tugas dan fungsi terhadap kecelakaan kapal dan juga pesawat udara itu mendapatkan tambahan pelayanan SAR terhadap bencana dan kondisi membahayakan manusia.

“Dalam menyikapi tuntutan pelayanan SAR yang semakin tinggi, maka Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) berupaya untuk membenahi diri  dari waktu kewaktu sesuai dengan perkembangan yang terjadi,” ujarnya.

Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, ia mengatakan, Basarnas melalui Kantor SAR Jayapura tidak dapat bekerja sendiri, mengingat terbatasnya kemampuan dan juga sumberdaya yang dimilikinya. Untuk itu, koordinasi dan juga kerjasama dengan seluruh instansi maupun organisasi berpotensi SAR di wilayah Jayapura sangat diperlukan

 “Dalam program latihan SAR daerah dan juga uji pelaksanaan operasi SAR kali ini, kita akan berlatih bagaimana menyelenggarakan operasi SAR yang benar. Serta teknik-teknik pencarian yang akan dilaksanakan nantinya. Kita juga akan belajar bagaimana membuat perencanaan operasi SAR secara gabungan bersama potensi SAR, kemudian mengkoordinasikan dan melaksanakan operasi SAR berdasarkan perencanaan yang telah dibuat oleh SAR Mission Coordinator (SMC),”terangnya.

Ia berharap dengan adanya pelatihan ini akan menambah pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan koordinasi dan operasional SAR bagi potensi di daerah ini dalam melaksanakan operasi SAR pencarian dan penyelamatan terhadap korban kecelakaan pesawat udara.

“Saya sangat berharap agar saudara saat mengikuti latihan ini dapat dengan sungguh-sungguh dan mengambil manfaat dari kegiatan ini dengan tanpa mengabaikan keselamatan diri,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Jayapura, Putu Arga Sujarwadi mengatakan kegiatan latihan SAR daerah dan uji pelaksanaan operasi SAR di Jayapura dengan prioritas latihan kecelakaan pesawat udara ini diikuti 40 orang potensi SAR terdiri dari unsur TNI, AD, TNI AU, TNI AL, Polri baik itu anggota Brimob dan Polairud, serta perusahaan penerbangan dan anggota Rapi. (*)