oleh

Sangat Penting Peran Wakil Panglima TNI Bagi Pertahanan RI

Kitorangpapuanews.com -. Presiden Jokowi telah mengeluarkan Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI. Dalam susunan organisasi tersebut, ada posisi Wakil Panglima TNI. Dalam pertimbangannya, Jokowi menilai perlu dilakukan penyesuaian dengan perkembangan kebutuhan organisasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Oleh sebab itu, Perpres 66/2019 ini diterbitkan untuk mengganti Perpres 42/2019 tentang Perubahan Kedua atas Perpres 10/2010 tentang Susunan Organisasi TNI.

Sementara itu

Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga mengungkapkan,  penambahan posisi Wakil Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo karena adanya kebutuhan mendesak.

“Sekarang kan jangkauannya luas, tantangan yang di hadapi juga sangat kompleks, Kemudian tugas-tugas seperti yang disebutkan panglima (TNI) sering keluar sehingga perlu ada wakil paglima, karena ada kebutuhan mendesak,” ujar Ma’ruf.

Pengaktifan kembali Wakil Panglima TNI juga mendapat sejumlah dukungan. Ketua Komisi I Meutya Hafidz mengatakan bahwa Wakil Panglima dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi TNI.

“Pada dasarnya, posisi Wakil Panglima TNI merupakan kebutuhan untuk mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis yang dinamis maka diperlukan dukungan organisasi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi TNI,” ujarnya. Dukungan juga disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto,

“PDI Perjuangan mendukung sepenuhnya keputusan dari Presiden Jokowi untuk mengaktifkan kembali posisi Wakil Panglima TNI. Tantangan yang makin kompleks, tidak hanya  menjaga kedaulatan negara Indonesia, negara kepulauan terbesar, tapi ancaman senjata kimia, senjata biologi, ancaman cyber, sehingga memang memerlukan suatu konsolidasi seluruh kekuatan aktif ketahanan kita dan kekuatan cadangan kita,”.

Terkat dengan kekuatiran masyarakat akan muncul dualisme di tubuh TNI, Moeldoko menjamin tak akan terjadi dualisme kepemimpinan di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), setelah Presiden Joko Widodo menghidupkan kembali jabatan wakil panglima TNI. “Di tentara enggak ada dualisme. Kalau enggak beres, tetap yang salah di bawah. Apalagi kalo sudah tentara dikatakan insubordinasi, pidana, kalau dikatakan tidak loyal, mati itu karirnya,” kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden

News Feed