oleh

Sampai Distribusi Radio dan Buku Edukasi, Kontribusi SMK

-Berita-104 views

Kitorangpapunews.com – Dengan penyebaran Covid 19 di Papua, Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua (DPPAD) tidak pasif. Artinya, tidak sekedar hanya menunggu kebijakan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang berkaitan keberlangsungan pendidikan maupun kontribusi sektor pendidikan terkait Covid 19 di tingkat daerah.

Sebaliknya, di bawah pimpinan Kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait, imbauan disampaikan kepada seluruh SMK se-Papua untuk dapat memberikan kontribusinya di bidang keahlian masing-masing terkait Covid 19 di Papua.

Sebut saja, tak menunggu waktu lama, beberapa SMK, seperti SMK Negeri 1 Jayapura memberikan kontribusinya dengan membuat 400 potong masker kain. Tidak ketinggalan, SMK Negeri 4 Jayapura, SMK di Sentani, dan SMK di Timika juga memberikan kontribusinya seperti membuat masker. Sementara SMK di Nabire membuat handsanitizer yang kemudian disumbangkan ke Gugus Tugas Covid 19 Nabire.

SMK Negeri 3 Jayapura juga berkontribusi dengan membuat wastafel portable yang inovatif. Khususnya para siswa Jurusan Teknis Las SMK Negeri 3 Jayapura yang dibantu gurunya untuk membuat wastafel  dengan desain yang tidak biasa, di masyarakat yang mencuci tangan tidak perlu menyentuh keran air dan sabun dengan tangan.

Namun, membuka keran untuk membilas tangan maupun mengambil sabun pencuci tangan dapat menggunakan pedal yang didesain khusus. Demikian, karya tersebut merupakan hasil kreatifas peserta didik SMK dalam memberikan kontribusinya terkait dengan pandemi Covid 19 di Papua seperti saat ini.

“Ini dibuat teman-teman SMK N 3 Jayapura. Sudah ada 3 unit wastafel portable yang selesai dibuat. Satu dari 3 unit itu saya tempatkan di Kantor DPPAD Papua. Tidak sampai di situ, karya inovatif ini sudah kami minta agar mereka buat lagi beberapa unit untuk kami kirim ke tingkat kabupaten agar menjadi contoh bagi SMK setempat membuat di daerahnya,” ujar Kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait, kepada wartawan di Kantor DPPAD Papua, Kamis (16/4) kemarin.

Sohilait berharap seluruh SMK di Papua bisa memberikan kontribusinya terhadap penanganan Covid 19 di Papua. Pasalnya, anak-anak SMK memiliki kemampuan untuk menciptakan karya-karya yang luar biasa, yang sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.

“Ada 170 SMK di Papua dengan bidang keahlian yang berbeda-beda, mulai dari tata boga, pertanian, dan teknik lainnya yang bisa membuat masker, Alat Pelindung Diri (APD), maupun wastafel portable untuk mencuci tangan, sebagaimana dibutuhkan di saat Covid 19 seperti ini,” tambahnya.

“Kita harapkan, untuk berikutnya, ada di antara SMK ini membut sepatu atau alat pelindung diri lainnya. Kami memang sangat mengapresiasi anak-anak SMK kita. Ini bukti bahwa SMK di Papua juga. Dalam hal ini bisa melakukan sesuatu di tengah pandemi Covid 19 di Papua saat ini,” sambungnya.

Selain mendorong kontribusi SMK, mantan Sekda Lanny Jaya itu juga mengaku mendistribusikan radio ke Wamena dan Sentani.

“Kita dapat bantuan radio dari teman-teman di Jawa. Ada 280 unit radio, yang mana sebagian telah dikirimkan ke Wamena. Sisanya akan didistribusikan kepada masyarakat di pesisir Danau Sentani. Selain bantuan radio, kami juga dapat bantuan APD, handsanitizer, hingga sabun pencuci tangan, serta masker,” jelasnya.

Tidak cukup sampai di situ, DPPAD Papua menggandeng UNICEF untuk membuat buku edukasi bagi anak-anak tingkat SD yang tidak memiliki akses terhadap buku pelajaran dengan baik, terlebih di tengah situasi Covid 19.

Setelah membuat buku edukasi bagi anak SD, barulah kemudian untuk anak-anak SMP dan jenjang selanjutnya. Untuk buku edukasi jenjang SMP dan jenjang selanjutnya, Sohilait mengaku sedang bangun kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mencetak buku juga.

“Yang kita harapkan dari buku edukasi ini, setidaknya ada 3 informasi yang terkandung di dalamnya, mulai dari informasi tentang Covid 19, bidang pembelajaran peserta didik sesuai jenjang sekolahnya, serta hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan setempat. Jadi misalnya, buku ini dibuat untuk anak-anak di Sentani, maka materi kebudayaan pada buku tersebut berkaitan dengan informasi menarik perihal Danau Sentani atau Gunung Cycloops,” terangnya lagi.

Ditanya soal target buku yang ingin dicetak, Sohilait menginginkan sebanyak 1 juta buku dicetak dan didistribusikan.  Namun, hal tersebut harus berdasar pada kemampuan anggaran DPPAD Papua juga.

“Yang penting master bukunya sudah ada dan siap cetak. Kita bisa cetak secara parsial, seperti kita cetak dulu dengan jumlah sekian. Nanti kalau ada yang bantu lagi, kita cetak lagi sesuai dengan jumlah yang mereka mau bantu,” pungkasnya.

 

News Feed