oleh

Sagu Merupakan Komoditas Pertanian Asli Indonesia Sebagai Bahan Pangan Alternatif

-Berita-35 views

Kitorangpapuanews.com – Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Prof Dr Ir HMH Bintoro, MAgr pada Webinar yang diadakan oleh Faperta IPB University, 14/5. Ia menjelaskan sagu merupakan komoditas pertanian asli Indonesia yang berpotensi sebagai bahan pangan alternatif dan sebagai bahan agroindustri.

Sagu merupakan salah satu  komoditas pangan penting bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat di kawasan timur Indonesia. Namun, sejak pemerintah menetapkan beras sebagai bahan pangan nasional, eksistensi sagu saat ini mulai bergeser dan tidak diminati.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Dr Suwardi yang mengatakan sagu berpotensi menjadi pangan fungsional pengganti beras terutama ketika ada musibah seperti saat ini. Tidak hanya itu, sagu juga memiliki kadar glikemik yang rendah sehingga bagus untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

“Sebaran tanaman sagu di Indonesia berada di Kalimantan Barat, Riau, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua. Dari semua daerah tersebut produksi terbesar masih dipegang oleh Papua,” papar Prof Bintoro.

Lebih lanjut ia menjelaskan, komoditas sagu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti beras analog, industri makanan, bahan baku industri seperti industri kertas, bahan bakar, kosmetik, farmasi dan pestisida.

Terkait sagu berpotensi sebagai bahan baku industri, Dwi Asmono, PhD (PT. Sampoerna Agro, Tbk) menjelaskan sagu dapat digunakan untuk bahan membuat pasta, mie, kue, bakso, tekstil, krim kosmetik, bioplastik, kertas, lem, dan bioetanol.

“Sedikitnya ada tiga potensi sagu sebagai bahan baku pangan dan non pangan, yaitu untuk kebutuhan domestik, ekspor maupun untuk pangan substitusi impor, Sagu ini juga cepat mengenyangkan, jadi dengan makan sedikit saja, maka akan cepat kenyang, kelebihan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang obesitas,” tutup Asmono.

Ia menjelaskan, kadar protein tepung sagu sangat rendah jika dibandingkan dengan tepung gandum maupun tepung beras. Namun demikian, sagu memiliki kadar glikemik rendah sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Tidak hanya itu, sagu juga memiliki kadar gluten rendah sehingga baik untuk kesehatan. 

 

News Feed