oleh

Sadarlah! Papua sedang dipermainkan

-Artikel, Sosial-1.927 views
Benny Wenda bersama beberapa anggota Parlemen NZ (Dok. Istimewa)

Upaya-upaya kelompok Anti Pemerintah Papua mungkin secara tidak sadar membuat Papua di masa yang akan datang menjadi terpuruk. Kerja keras pemerintah saat ini untuk membangun Papua akan sangat terhambat dengan kelompok-kelompok anti pemerintah ini.

Jika kita telaah lebih dalam, dua hal dibawah ini secara garis besar akan membuat anda berpikir, alangkah tindakan kelompok-kelompok ini menjerumuskan Papua menuju keterpurukan di masa yang akan datang.

  1. Mengemis dukungan dari berbagai Negara

Seperti yang dilakukan Benny Wenda beberapa tahun terakhir, dia mendatangi beberapa Negara untuk mengemis dukungan para elit politik dan warga Negara tersebut untuk mendukung referendum Papua.

Sadarkah saudara-saudaraku, tindakan mengemis dukungan ini akan menjadi boomerang untuk kelompok Pro Kemerdekaan Papua sendiri.

Bayangkan jika benar Papua merdeka, apakah tidak repot Pace Benny Wenda ditagih balas budi oleh sekian banyak Negara karena ikut membantu mendukung referendum Papua. Apakah pernah terpikirkan bahwa kondisi Papua tentang HAM, Teror dan Perang Suku adalah “permainan dan provokasi Asing”.

Apabila Saudara Benny Wenda masih mempunyai pandangan sempit bahkan bahkan memiliki cita-cita untuk lepas dari Indonesia, maka secara sadar atau tidak sadar telah menggiring dan menjebloskan Papua ke jurang kolonialisme model baru oleh korporasi pihak asing yang berlomba-lomba meminta balas budi.

  1. Pernyataan Oknum Pemerintahan Daerah maupun Anggota Dewan yang mengusulkan penyelesaian sama dengan masalah Aceh.

Saudara-saudaraku, mari kita lihat inti masalahnya. Papua dengan sekian banyak kepentingan, terutama asing telah mengkotak-kotakkan masyarakat Papua menjadi beberapa kelompok. Tak sadarkah kita bahwa sekian banyak kelompok seperti KNPB, ULMWP, NRFPB dan TPN/OPM adalah suatu kelompok yang secara tegas terlihat memperjuangkan kepentingan pribadi dan golongan.

Sebagai Masyarakat Papua yang cerdas dan bijak dalam menilai fenomena sosia-politik ini harusnya menyadari hal tersebut. Sehingga kita dapat menjaga diri, keluarga dan masyarakat Papua untuk tidak terbujuk oleh rayuan kelompok-kelompok tersebut yang menjual harga diri Papua ke Luar Negeri.

Memang tidak semua dari pegawai pemerintahan yang berpikiran sempit seperti itu, hanya beberapa oknum saja yang mungkin sudah dirasuki oleh ideologi kelompok-kelompok anti pemerintah. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih waspada dan bijak dalam menanggapi statement para oknum pejabat pemerintah yang beredar di media.(DS)

News Feed