oleh

SAATNYA RAKYAT PAPUA BERSATU MELAWAN PERUSAK TANAH PAPUA

-Artikel-865 views

Kitorangpapuanews – Rakyat sipil di Papua menjadi korban para perusak kedamaian di tanah Papua. Selama ini Papua terdengar di nusantara dan mancanegara sebagai tanah kedamaian, warga yang rukun  dan saling cinta kasih dalam perbedaan.

Terjadinya aksi unjuk rasa yang beberapa hari ini di Jayapura, Fak-fak, Sorong, Manokwari terlihat ada kelunturan kebudayaan pada masyarakat Papua sendiri. Saling membunuh antar saudara, perusakan pada tempat sekolah, pembakaran gedung dan penjarahan toko-toko ini merupakan ciri budaya asli orang Papua yang sudah mulai luntur.

Aksi unjuk rasa yang terjadi selama ini di Papua ditunggangi oleh kelompok United Liberation Movement for West (ULMWP), Komite Nasional Papua Barat (KNPB), KKSB TPN OPM dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) kelompok mereka dalam unjuk rasa sering mengatas nama kan rakyat, padahal sebenarnya hanya demi kepentingan individu dan kelompok mereka mengorbankan rakyat Papua. Orasi unjuk rasa dan status media sosial yang dilontarkan tokoh kelompok ini selalu menghasut dan memprovokator rakyat papua. Dan terbukti akhirnya yang menjadi korban adalah rakyat sipil, nelayan, pedagang, guru, buruh, supir, anak-anak sekolah baik secara materi dan psikologis terhadap tindakan tak prikemanusian yang dibungkus sebuah unjuk rasa yang membawa atas nama rakyat.

Dimana Tanggung jawab tokoh-tokoh ULMWP, KNPB, KKSB TPN OPM dan AMP atas kejadian anarkisme ini? mereka begitu mudah mengatakan nama rakyat tetapi berbanding terbalik kenyataan yang ada, rakyat sipil pantai dan rakyat sipil pendatang menjadi korban atas kekejian tindakan mereka.  Apakah tindakan anarkisme pembakaran, pengancuran sekolah, penjarahan toko ini bagian perjuangan mereka atas nama rakyat? Mereka sekarang menari dan bersenang diri atas kesengsaraan yang dialami rakyat papua.

Apakah kitorang akan beridiam diri dengan tindakan mereka para perusak tanah Papua?. Mari Kitorang, Aparat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Buruh, Nelayan, Guru, Supir, Adek-adek generasi papua, dan Mahasiswa intelektual yang berhati nurani untuk Kitorang bergandeng tangan dan bangkit bersatu melawan para Perusak Persatuan dan Kesatuan di Tanah Papua ini.

News Feed