SAATNYA PAHAMI & CIPTAKAN KEDAMAIAN DI TANAH PAPUA

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Bahasan tentang Papua tidak ada habisnya. Apalagi dengan maraknya anggapan adanya kasus kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan pemahaman dalam menuntaskan akar persoalan.

Pemerintah yang terus gencar melakukan pembangunan. Di sisi lain, belum menjadi solusi dalam memberikan perhatian terhadap masyarakat Papua.

Dalam survei online yang dilakukan Change.org pada akhir 2017 lalu terlihat bahwa pemerintah belum memahami apa yang diinginkan oleh masyarakat Papua.

“Jadi ada sebuah kesenjangan antara apa yang diinginkan masyarakat pada umumnya dengan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah,” ujar Direktur Change.org Arief Aziz .

Arief menuturkan, survei terkait persoalan Papua itu diikuti oleh 27 responden yang terdiri dari orang Papua asli, orang yang tinggal di Papua tapi bukan Papua asli dan orang Indonesia yang tinggal di luar Papua. Hasil survei menunjukkan adanya perbedaan persepsi soal Papua di antara ketiganya.

Pada saat ditanya apa masalah besar yang ada di Papua, orang di luar Papua menganggap pendidikan sebagai masalah terbesar. Kemudian orang yang tinggal di Papua tapi bukan orang Papua asli mengatakan narkoba dan miras sebagai persoalan.

Sedangkan orang Papua asli menyatakan masalah utama di Papua adalah pelanggaran HAM.

“Jadi gap itu real. Gap of understanding itu masih nyata. Orang belum paham atau pemahamannya belum selaras dengan orang-orang asli Papua,” kata Arief.

Sementara itu, seluruh responden menyatakan setuju dan mendukung wacana dialog dalam menuntaskan masalah kekerasan di Papua. Responden juga menganggap mekanisme dialog sebagai wacana yang sangat penting untuk memutus mata rantai kekerasan di Papua.

Kitorang mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan agar sama-sama memahami akar masalah tentang Papua. Kitorang Papua inginkan kebaikan. Rasa kepercayaan jangan dicedrai oleh tindakan oknum-oknum aparat keamanan maupun pemerintah. (*)