SAATNYA FREEPORT BERIKAN MANFAAT LEBIH BAGI PAPUA

oleh

Jakarta, Kitorang Papua – Setelah melalui proses yang panjang, PT Freeport Indonesia mengubah status dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), setelah 51 persen sahamnya dimiliki PT. Indonesia Asahan Alumunium (Inalum).

Bambang Gatot, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, setelah kedua proses terjadi, perusahaan tersebut memberi manfaat terbaik untuk negara khususnya Papua.

“Ke depan harus cari manfaat terbaik untuk Indonesia, terutama Papua,” kata Bambang, di Kantor Direktorat Jenderal Mineba, Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (9/1).

Bambang mengungkapkan, 51 persen saham‎ Freeport Indonesia yang dimiliki oleh pihak nasional akan memacu pertumbuhan ekonomi, sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

Perubahan status menjadi IUPK, membuat Freeport Indonesia harus menyelesaikan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) dalam 5 tahun, penerimaan negara jadi lebih besar, ‎mendapat perpanjangan operasi 2×10 tahun dan melepas saham 51 persen ke pihak nasional. (*)