oleh

RPD Otsus Wilayah Lapago Dibatalkan, Dikarenakan Alasan Yang Kurang Logis

Kitorangpapuanews.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Otsus wilayah Lapago yang recananya diselenggarakan Majelis Rakyat Papua (MRP) di Wamena Kabupaten Jayawijaya tidak jadi diselenggarakan dikarenakan alasan yang tidak logis, Selasa (06/10).

Majelis Rakyat Papua (MRP) merupakan suatu lembaga yang dipercaya menampung aspirasi masyarakat orang asli Papua terkait kebijakan Otonomi Khusus Papua yang akan berakhir 2021 mendatang.

Tapi apa jadinya apabila lembaga yang dianggap sebagai penampung aspirasi orang asli Papua tersebut, nyatanya tidak melakukan hal demikian.

Dimana ada sebagian anggota MRP memiliki tujuan khusus, yang seharusnya memiliki posisi yang tidak memiliki keberpihakan, ini malah sengaja melakukan tindakan untuk mengumpulkan dan menampung aspirasi orang asli Papua yang menolak keberlanjutan Otonomi khusus (Otsus) di Papua.

Sebagai lembaga pemerintah daerah yang menjadi kepanjangan tangan masyarakat Papua, MRP malah melakukan suatu tindakan yang tidak menyuarakan aspirasi masyarakat Papua.

MRP dalam hal ini, menggelar RDP untuk mencari dukungan agar mendapat suara untuk menolak keberlanjutan Otsus. Namun apabila mereka sudah melihat bahwa kebanyakan orang asli Papua yang mendukung otsus dilanjutkan, maka mereka menciptakan berbagai alasan agar RPD yang direncanakan tidak jadi terlaksana.

Hal itu dapat dilihat dari mendadak batalnya kegiatan RDP yang akan dilaksanakan di Wamena, dimana dengan segala cara mereka mencari alasan yang kurang logis untuk membatalkan RDP tersebut.

Mereka beralasan bahwa ada salah satu anggota MRP yang mendadak reaktif covid – 19 di bandara Wamena.

Dimana apabila kita pikirkan secara logis bahwa seharusnya sebelum mereka terbang ke Wamena mereka harus melalui rapid test terlebih dahulu dan apabia reaktif maka orang tersebut tidak diperbolehkan melakukan penerbangan.

Hal tersebut dikarenakan Pengunjung yang terbang ke Wamena seharusnya melaksanakan rapid test di pos kesehatan perwakilan Wamena yg ada di Sentani. Apabila terdapat yg reaktif maka orang tersebut tidak diperkenankan masuk atau terbang ke Wamena.

Dalam kejadian ini, anggota MRP tiba-tiba melaksanakan  rapid test dan swab di Wamena dan dinyatakan reaktif atau positif, sehingga RDP di Wamena dibatalkan.

Hal ini terjadi dikarenakan mereka sudah melihat bahwa mayoritas masyarakat Wamena mendukung Otsus tetap dilanjutkan, sehingga mereka mencari segala alasan agar RDP tersebut tidak  jadi terlaksana.

Hal itu dilakukan semata mata untuk mengantisipasi suara yang terhimpun merupakan suara masyarakat orang asli Papua yang mendukung keberlanjutan Otsus.

News Feed