oleh

Ratusan Masyarakat di Wilayah Tembagapura Berharap agar Segera Dievakuasi

-Artikel, Kriminal-2.319 views

Kitorangpapuanews.com, Tembagapura – Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, tak kurang 1000 warga di wilayah Tembagapura berada dalam ancaman kelompok TPN OPM yang telah menguasai perkampungan setempat.

Kondisi tersebut tentunya telah menjadi isu nasional sejak terjadinya gangguan penembakan terhadap kendaraan miliki PT. Freeport pada bulan Agustus hingga akhir Oktober lalu. Dengan adanya insiden penembakan yang terjadi secara terus menerus, tak pelak telah mengakibatkan situasi di wilayah Tembagapura dalam keadaan mencekam.

Kelompok TPN OPM yang berkekuatan sedikitnya 200 orang dengan bersenjatakan campuran, yang terdiri dari 30 pucuk senjata api dan senjata tajam lainnya, telah mengisolasi perkampungan sekitar Tembagapura, seperti Utikini Lama, Kimbeli, Waa-Banti, Opitawak hingga Aroanop.

Akibat dari aksi kelompok TPN OPM tersebut, masyarakat yang tidak tahu menahu berada dalam keadaan terancam. Diketahui bahwa perlakuan kelompok TPN OPM sangat kejam, dengan melakukan perampokan, penyiksaan, pemerkosaan bahkan pembunuhan terhadap masyarakat di wilayah Tembagapura.

“Kami berharap Bapak-Bapak TNI dan Polri segera mengambil tindakan untuk mengeluarkan kami dan keluarga kami dari Tembagapura. Harta kami dirampas, para wanita dilecehkan dan sodara kami yang dicurigai akan melarikan diri dari kampung disiksa oleh kelompok TPN OPM”, ujar Mama Lome (46 Th) warga Kampung Baanti yang berhasil ditemui pada hari Jum’at (10/11/2017).   

Kondisi yang dialami oleh Mama Lome merupakan sekilas deskripsi mengenai situasi yang terjadi di wilayah Tembagapura saat ini.

Menyikapi hal tersebut, Aparat gabungan TNI dan Polri telah mengirimkan pasukan untuk melakukan penindakan dalam rangka pengejaran dan pembebasan masyarakat perkampungan Tembagapura kompleks.(**)

News Feed