oleh

Putra Papua asal Wamena Lulus Cumlaude di Universitas Pertahanan

Kitorangpapuanews.com -TIMIKA | Putra Papua kelahiran Wamena, Steve Rick Elson Mara, resmi menyandang gelar Magister Pertahanan setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Universitas Pertahanan (Unhan).

Steve Mara dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude (dengan pujian) IPK 3,86 dan mengikuti wisuda Pascasarjana Magister Pertahanan Unhan di Kampus Unhan, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/3).

Selama berkuliah di Unhan, Steve mencatat berbagai prestasi membanggakan. Ia 4 kali menjadi juara dalam lomba menulis, menjadi pembicara dalam beberapa kegiatan, presenter dalam konferensi.

Tidak hanya itu, Steve dua kali menjadi delegasi dalam Model United Nation (MUN), dan yang terakhir memimpin simulasi sidang PBB di Komite Word Trade Organisation (WTO) dalam C-7 World Economy and Bussines Conferensi di Uzbekistan.

Lebih istimewa lagi, Steve mara juga ditunjuk dan dipercaya menjadi perwakilan para wisudawan untuk menyampaikan kesan dan pesan pada acara wisuda Unhan kali ini.

Universitas Pertahanan merupakan salah satu kampus bergengsi yang dimiliki oleh Indonesia, menjadi wadah akademik para perwira menengah militer dan generasi muda Indonesia untuk melakukan kajian akademik tentang sistem pertahanan negara.

Universitas Pertahanan menghadirkan 4 Fakultas strategis yaitu Fakultas Strategi Pertahanan, Fakultas Manajemen Pertahanan, Fakultas Keamanan Nasional, dan Fakultas Teknologi Pertahanan.

Unhan didirikan pada tanggal 11 Maret 2009 dengan program beasiswa penuh kepada mahasiswanya.

Pada Dies Natalis Universitas Pertahanan kali ini, Unhan mewisudakan 365 Mahasiswa dan 23 orang diantaranya lulus dengan predikat Cumlaude.

Dalam wisuda tersebut, pemuda kelahiran Wamena 8 September 1994 ini mengatakan, suatu kehormatan bagi dirinya mewakili rekan wisudawan dan wisudawati untuk menyampaikan pesan dan kesan bagi almamater tercinta, Universitas Pertahanan.

Ia mengenang bahwa tidak terasa sepertinya kemarin baru saja mengikuti pendidikan kader intelektual bela negara di Rindam Jaya selama 16 hari, dan bersama-sama mengikuti kuliah umum, kelas besar di auditorium, serta makan bersama di dinning hall setiap hari.

“Namun saat ini kami telah menjadi magister ilmu pertahanan yang berarti kami harus siap menapaki jenjang kehidupan yang lebih tinggi di luar sana,” katanya.

Steve menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan atas beasiswa penuh yang diberikan, serta kesempatan menimba ilmu pertahanan dan membangun hubungan sipil dan militer di Unhan.

“Selama berkuliah di Universitas Pertahanan kami mendapatkan banyak hal baru, diantaranya kami mendapatkan kesempatan untuk mengikuti study visit dalam rangka melakukan observasi objek pertahanan,” kata dia.

Tidak hanya itu, sebut dia, Unhan juga mendukung pengembangan diri (capacity building) bagi mahasiswa dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti konferensi tingkat nasional dan internasional, Call For Paper, Model United Nation, dan beberapa pengembangan diri lain sesuai minat dan bakat mahasiswa.

“Selama kuliah di Universitas Pertahanan kami mendapatkan banyak ilmu melalui kuliah umum dari para pakar dan tokoh dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

News Feed