Putra Daerah Kebanggan Papua Ini Patut Dicontoh

oleh -1.260 views
Ipda Vigor B Mansnembra, lulusan Akademi Kepolisian 2017, Putra Daerah Papua, dalam acara Prasetya Perwira 2017 di Istana Negara Jakarta (25/7).

Kitorangpapuanews.com, Jakarta – Ipda Vigor B Mansnembra menjadi salah satu perwira remaja Polri yang dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara. Pria asal Papua itu rupanya pernah masuk Akademi Militer (Akmil) Angkatan Laut sebelum masuk Akpol.

Vigor bercerita, saat mengikuti ujian Akmil Angkatan Laut, dia mengaku lulus dengan mudah. Bahkan ia mendapatkan predikat peringkat kedua dari wilayah Papua.

“Saya sebelumnya mencoba tes Angkatan Laut, AL, saya lolos ranking dua dari daerah,” ujar Vigor seusai pelantikan calon perwira remaja TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2017).

Meski mendapat predikat terbaik, Vigor akhirnya memilih mundur dari Angkatan Laut. Sebab, mayoritas keluarganya mengabdi di Korps Bhayangkara.

“Namun saya mengundurkan diri (Angkatan Laut) karena background orang tua dan keluarga saya polisi,” kata Vigor.

Vigor kemudian masuk Akpol pada 2013. Niat masuk Akpol itu berkat dorongan pamannya, Toni Budiharto, yang merupakan anggota Brimob.

“Saya awal masuk Akpol dikasih tahu sama om saya. Saya juga belum mengetahui tentang akademi. Namun, karena sudah diketahui tentang itu, jadi lebih paham,” ucap Vigor.

Vigor, yang menempuh pendidikan Akpol selama 4 tahun, berharap Polri bisa dipercaya masyarakat. Saat bertugas nanti, dia ingin mengayomi dan melindungi masyarakat.

“Saya ingin membuat Polri lebih dipercaya oleh masyarakat menjadi contoh dan panutan,” ujar Vigor.

Saat pelantikan, Presiden Jokowi sempat memberikan wejangan agar para Perwira TNI dan Polri bisa menghadapi tantangan, yakni terorisme, narkoba, hingga konflik antarnegara. Vigor mengaku mantap dan siap melaksanakan tugas tersebut.

“Separatis dan terorisme yang diburu, bukan orangnya. Menurut saya, yang dibunuh ideologinya, orang tersebut masih saudara kami, mereka keluarga kami, jadi yang dibunuh ideologinya,” tutur Vigor. (**)

Comments are closed.