PUROM WENDA TEBAR TEROR, MENGHAMBAT KEMAJUAN LANNY JAYA

oleh

Lanny Jaya, Kitorang Papua – Kerusahan yang selama ini terjadi di wilayah Lanny Jaya adalah ulah kelompok Purom Wenda. Ia bukanlah penduduk asli Balingga Kabupaten Lanny Jaya, Purom Wenda berasal dari Kabupaten Puncak Jaya yang masuk ke distrik Balingga sebagai pengungsi. Semenjak keberadaannya di Balingga serangkaian permasalahan teror, pemerasan, ancaman dan pembunuhan kerap dilakukan kelompok ini.

Hampir lima tahun pembangunan di Balingga terhambat akibat ulah kelompok Purom Wenda. Mereka secara sengaja menghambat kemajuan dan menebar isu menjelekan pemerintah. Kelompok ini selalu menekan siapapun warga yang dekat dengan aparat dan siapapun pihak akan memajukan masyarakat di Balinngga.

“Bila masyarakat tidak memberi apa yang mereka minta (Kelompok Purom Wenda) tidak segan segan menodong masyarakat dengan senjata api dan menganiaya masyarakat, perbuatan mereka sangat meresahkan warga masyarakat distrik Balingga,” ungkap salah seorang masyarakat yang enggan disebut namanya.

Detius Yoman Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Pancasila Anti Korupsi Indonesia Provinsi Papua, “Selaku putera daerah merasa kecewa dan kesal terhadap tindakan para pengacau keamanan di daerah saya, kami masyarakat pegununggan, baru merasakan pembangunan yang di bangun oleh pemerintah Indonesia melalui pemerintah daerah khususnya kabupaten Lanny Jaya.

“Sebelum Tiom jadi kabupaten orang tua kami bawah hasil bumi dengan berjalan kaki ke Wamena untuk menjual hasil bumi, setelah mendapatkan uang, kirim anak-anak untuk biaya SPP yang ada di kota study Jayapura, Manado, Makasar dan Jawa Bali, beda dengan saudara-saudara kami dari pesisir pantai”, ungkap Yoman.

Sekarang kami sangat bersyukur karena pemerintah pusat telah memberikan kami pemekaran kabupaten baru sehingga kini tidak lagi berjalan kaki namun semua masyarakat bisa diangkut dengan kendaraan roda empat mapun roda dua.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Lanny Jaya, Desak Kapolda Papua dan Pangdam 17 Cendrawasih Papua untuk segera tangkap para pengacau keamanan di Balingga, yaitu Purom Wenda di Kabupaten Lanny Jaya yang kerap melakukan aksi penembakan terhadap warga sipil”, tambah Yoman.

Pemerintah daerah harus waspada .jika ada yang mengancam pemerintah dengan maksud meminta uang, segera laporkan kepada pihak berwajib agar pelaku di tangkap. Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Papua mengaku kelompok pimpinan Purom wenda dan Enden Wanimbo kerap meminta uang kepada kepala daerah setempat dan juga sejumlah pejabat.

Bupati Lanny Jaya, (ketika itu Befa Jigibalom) mengaku pernah memberikan uang sekitar Rp 100 juta kepada Purom Wenda dan Enden Wanimbo. Uang tersebut diminta Purom dan Enden untuk keberangkatannya ke Vanimo, Papua Nugini, beberapa waktu lalu, guna menghadiri pertemuan negara-negara Pasifik.

“Hingga saat ini, jika permintaan mereka hanya Rp 5 juta sampai Rp 20 juta pasti akan saya berikan. Lebih dari itu tidak. Saya tidak mungkin memberikan uang lebih kepada kelompok ini. Sebab bagaimana nantinya jika mereka membeli amunisi dan senjata. Ada kemungkinan senjata itu akan memakan korban dan bisa jadi korbannya adalah diri saya sendiri”, ungkapnya.

Kelompok Purom Wenda tidak boleh semena-mena kepada masyarakat. Kelompok ini juga tak boleh lagi meminta bahan makanan dengan memaksa. Aparat TNI-Polri akan terus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Purom Wenda. Selama ini aparat telah melakukan upaya persuasif melalui tokoh masyarakat, namun Purom Wenda tidak menanggapinya.

Kehadiran Aparat TNI Polri di Balingga  bukan untuk membuat masyarakat ketakutan, melainkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman Purom Wenda. (*)