oleh

PT.FI di tutup, solusi atau konflik baru??

-Artikel, Sosial-2.109 views

Eskalasi politik di provinsi papua sudah sampai pada titik memprihatinkan, pasalnya banyak kepentingan-kepentingan politik yang ditunggangi oleh kepentingan segelintir kelompok yang sama sekali tidak mewakili aspirasi masyarakat Papua seluruhnya.
Kisruh politik yang terjadi diperparah dengan banyaknya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa kalangan, baik mahasiswa dan lapisan masyarakat. Salah satu permasalahan yang di angkat dalam demonstrasi di Papua adalah kisruhnya PT.Freeport dengan pemerintah yang sampai saat ini belum menemui titik terang.
Pasca diterbitkannya PP Nomor 1 Tahun 2017, banyak menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat. PP Nomor 1 Tahun 2017 sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk terus mendorong terwujudnya pembangunan fasilitas pemurnian dalam negeri.
Selain mengatur tentang divestasi saham yang mencapai 51%, PP Nomor 1 Tahun 2017 ini juga mengatur tentang kontrol yang lebih besar dari pemerintah terhadap produksi PT.FI.
Seperti yang disampaikan oleh Serikat Pekerja PT.FI bahwa jika divestasi saham sebesar 51% jadi di berlakukan, maka akan menambah pendapatan Negara dan tentunya pembangunan di daerah Provinsi Papua. Langkah pemerintah tersebut dilakukan untuk mendukung program percepatan pembangunan di daerah pedalaman Papua.
Selain itu, saat ini terdapat sekitar 8.413 orang karyawan Freeport yang merupakan putra daerah Papua yang menggantungkan penghasilannya kepada perusahaan tambang ini. Artinya, jika tuntutan pendemo yang menyuarakan tentang tutup Freeport ini, mereka tidak memperhatikan warga Papua yang mencari nafkah disana. “Bayangkan jika Freeport di tutup, akan ada 8 ribu pengangguran di Papua dan itu akan menambah konflik sosial ekonomi baru di Papua” ujar salah satu karyawan PT.FI.
Salah satu tokoh adat di sekitar PT.FI menyampaikan melalui telepon, bahwa selama ini hak ulayat memang menjadi polemik antara PT.FI dan masyarakat adat sekitar, namun sudah berangsur-angsur di selesaikan. Harapan masyarakat sekitar, agar Freeport ke depan memberikan manfaat lebih banyak bagi masyarakat sekitar, masyarakat Papua dan seluruh warga Indonesia.

News Feed