oleh

PROVOKATOR Kerusuhan Wamena Disidang

-Artikel, Berita-950 views

Kitorangpapuanews.com – Ketua Pengadilan Kelas IIB Wamena Yajid, SH, MH mengaku  bahwa 9 terdakwa ini merupakan berkas perkara yang telah dilimpahkan dan saat ini sedang berjalan. Dimana ada yang tahapan eksepsi, ada yang sudah pemeriksaan saksi, putusan sela dan ada yang sudah menunggu tuntutan yang diajukan dari jaksa penuntut umum.

Sidang kasus kerusuhan Wamena hingga saat ini telah berjalan selama tiga minggu, dimana untuk terdakwa yang dihadirkan dalam persidangan tersebut ada 9 orang yang saling berbeda agenda sidangnya satu dan lainnya. Sebab,  pelimpahan dari perkara ini juga tak dilakukan sekaligus, sehingga pengadilan mengambil langkah cepat agar para terdakwa tak lepas dari jeratan Hukum.

   “Ada fatwa Mahkamah Agung yang turun sehingga untuk sisa terdakwa yang belum dilimpahkan kita tidak bisa menerima untuk disidangkan disini, karena berdasarkan fatwa itu 8 orang terdakwa lainnya yang belum dilimpahkan ke pengadilan itu harus ke Pengadilan Negeri Biak,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Senin (17/2) kemarin.

  Ia menyatakan, 9 orang dari 17 terdakwa yang telah dilimpahkan kepolisian kepada kejaksaan dan yang lebih dulu dilimpahkan kepada pengadilan ini karena masa penahanan sudah akan habis. “Untuk 9 terdakwa yang saat ini menjalani sidang di Pengadilan Negeri Wamena dengan agenda yang berbeda ini dikarenakan pelimpahan perkaranya ke Pengadilan juga berbeda dan tidak disatukan sehingga ada yang eksepsi, Putusan sela, pemeriksaan saksi dan tuntutan,”kata Yajid.

Selain itu, lanjut Yajid, lokus aksi perkara 23 september ini juga berbeda-beda contoh seperti terdakwa Teresta Tega Iyaba lokus masalahnya ada di Kampus II Yapis Wamena kini ia sudah masuk dalam putusan sela. Dimana majelis hakim memerintahkan untuk melanjutkan pemeriksaan perkara disidang yang akan datang usai eksepsi dari kuasa hukum ditolak.

   “9 orang ini lokus perkaranya berbeda -beda dan tidak satu tempat saja, ada yang dikampus, ada di Pasar Wouma, ada yang di belakang kantor Bupati ,” ujarnya.

  Sementara itu kuasa hukum 9 terdakwa perkawa kerusuhan Wamena Mersi Vera Waromi , SH mengungkapkan bahwa untuk kerusuhan  Wamena pada 23 september tahun lalu, menangani 15 kliennya di Wamena dan sejak awal kejadian dan permintaan kepolisian, kejaksaan Negeri Jayawijaya dan Pengadilan Negeri Wamena menolak untuk persidangan dilakukan di Wamena dengan alasan keamanan.

  “Setelah itu mereka menyurat ke Mahkamah Agung untuk memindahkan persidangan keluar wilayah Wamena, setelah koordinasi dan memang fatwa penetapan lokasi sidang ini terlambat turun sehingga para terdakwa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Wamena,”jelasnya.

News Feed