Program Papua Terang Segera Wujudkan Mamteng Terang 2017

oleh

Kitorangpapuanew.com, Jayapura – Setelah melakukan penandatangan kerja sama MoU program Papua Terang, di Kobakma, ibu kota Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), 1 Mei 2017 lalu.

Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah dan PT. PLN Wilayah Papua dan Papua Barat langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti MoU tersebut.

Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah yang diwakili Bupati R. Ham Pagawak, SH,MSi bersama GM PT. PLN Wilayah Papua dan Papua Barat,Yohanes Sukrslismono dan Manajer Area Jayapura, Jhon Yarangga berkesempatan melihat lokasi dan fasilitas yang sudah disiapkan Pemkab Mamteng untuk merealisasikan program, Papua Terang.

Setelah melihat lokasi dan fasilitas yang ada, pihak PLN menyatakan bakal merealisasikan program Papua Terang pada Oktober mendatang.

“Mereka (PLN-red) menargetkan pada bulan Oktober mendatang, ibu kota kabupaten, Kobakma sudah terang,” ujar Bupati Ham Pagawak, SH,MSi di Jayapura, kemarin.

Bupati Ham mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah, pada dasarnya sudah menyiapkan lokasi dan fasilitas berupa lahan, bangunan maupun mesin untuk menunjang program Papua Terang sehingga masyarakat secepatnya bisa menikmati listrik hingga 12 jam.

“Kami sudah menyiapkan lahan untuk PLN seluas 300 x 250 meter persegi yang didalamnya sudah dibangun kantor, mesin rumah genset termasuk genset sendiri, tinggal melengkapi beberapa alat di mesin saja, setelah itu PLN sudah bisa mengoperasikannya,” katanya.

Orang nomor satu di Kabupaten Mamberamo Tengah menyatakan tidak hanya masyarakat di ibu kota kabupaten saja yang akan menikmati listrik, namun mereka yang di distrik-distrik seperti Kelila, Eragayam, Ilugwa dan Megambilis juga akan menikmati hal yang sama.

Hanya saja, untuk distrik-distrik ini akan menggunakan listrik tenaga surya.”Masyarakat di Kelila sudah merespon dengan baik, dimana mereka langsung menyiapkan lahan untuk PLN,” katanya.

Rencananya program Papua Terang di distrik-distrik tersebut akan rampung pada Oktober, sebab PLN sudah melakukan pelelangan alat-alat kepada pihak ketiga sehingga tinggal dikerjakan saja.

Lebih jauh Bupati Ham menegaskan, khusus untuk fasilitas yang sudah disiapkan untuk PLN seperti mesin pembangkit, kantor, rumah genset termasuk genset, tidak bisa langsung dihibahkan kepada BUMN seperti PLN.

Untuk itu, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan pihak PLN agar fasilitas yang sudah disiapkan Pemkab Mamberamo Tengah bisa ada ganti rugi.

“Kami sudah melakukan pembicaraan di Jayapura, dan mereka (PLN-red) akan melaporkan masalah ini ke PLN Pusat di Jakarta, yang jelas ada respon baik dari PLN,” imbuhnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *