oleh

Program Ekonomi Hijau Papua Tingkatkan Kapasitas Pegiat Kopi

Kitorangpapuanews.com – Market System Leader GEG, Giri Arnawa menyatakan , program Ekonomi Hijau Papua bertujuan meningkatkan proporsi bisnis berkelanjutan, rendah karbon dan berkontribusi pada ekonomi lokal Papua, melalui peningkatan jumlah usaha dan wirausaha hijau yang layak serta memperkuat rantai nilai yang membuat bisnis mandiri maupun berkelanjutan.

Program Ekonomi Hijau Papua atau Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau Papua dan Papua Barat (Green Economic Growth Programme for Papua Provinces/GEG) adalah program kerjasama pemerintah Inggris dan pemerintah Republik Indonesia, dilaksanakan di bawah Unit Perubahan Iklim Inggris (UK Climate Change Unit/UKCCU) dengan kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi Republik Indonesia.

“Pada 3-5 November 2020 ini, Ekonomi Hijau Papua akan melaksanakan pelatihan uji cita rasa kopi dengan melibatkan tiga orang konsultan dari PT Belajar Kopi Bersama (5758 Coffee Lab, Bandung). Juga berkolaborasi dengan Komunitas Kopi Numbay Papua,” jelasnya.

Giri menambahkan bahwa perusahaan ini memiliki sertifikasi sebagai Specialty Coffee Association Premiere Training Campus di Indonesia dan berhak menyelenggarakan kelas internasional untuk barista, Q Arabica Grader, Q Robusta Grader dan bidang-bidang perkopian yang lain.

“Pelatihan uji rasa cita rasa kopi ini, kata Giri, merupakan lanjutan dari Coffee Barista & Roastery Training (Pelatihan Barista & Roastery) yang dilakukan oleh Ekonomi Hijau Papua pada November 2019 lalu di Papua dan Oktober 2020 lalu di Papua Barat. Ini merupakan bagian upaya Ekonomi Hijau Papua untuk terus meningkatkan kapasitas dan bertumbuhnya kreativitas pegiat kopi pada industri kopi Papua.

Pelatihan ini diharapkan membekali para peserta dengan pemahaman dan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali indera pengecapnya untuk mengenal rasa yang ada di dalam kopi serta memiliki kemampuan dasar untuk memanipulasi rasa.

Menurut Giri, kemampuan mengenali cita rasa kopi (coffee sensory) yang cukup baik menjadi sebuah kebutuhan dasar yang paling penting bagi hampir seluruh pelaku usaha di bidang kopi. Dunia kopi terus berkembang, mengenali kualitas dan rasa kopi menjadi tujuan utama bagi para pencintanya.

“Tak hanya berhenti di rasa asam atau pahit saja. Rasa-rasa yang dianggap enak namun tak biasa, seringkali menjadi buruan para pencinta kopi di dunia. Rasa enak dan kemampuan memanipulasi rasa seringkali diterjemahkan dengan mudah menjadi harga,” jelasnya.

Giri juga mengatakan, Coffee Sensory merupakan salah satu upaya kontrol kualitas pegiat kopi. Dengan memiliki kemampuan ini pelaku usaha kopi dapat melakukan analisis rasa dari sebuah kopi sekaligus menentukan standar rasa kopi tersebut.

Proses ini, kata Giri, menggunakan kemampuan indera penciuman maupun perasa untuk menentukan rasa-rasa berbeda dalam kopi. Proses ini penting untuk menetapkan konsistensi rasa dari kopi. Jika kopi tak memiliki karakteristik seperti yang ditetapkan, maka kemungkinan terdapat kesalahan dalam proses roasting maupun penyeduhannya.

“Bagi mereka yang sudah profesional dalam melakukan hal ini akan mudah membedakan cita rasa kopi dari berbagai daerah hanya dengan teknik mencium aroma dan menyeruput seduhan kopi tersebut,” jelasnya.

News Feed