oleh

Prof Surya bertanya cita-cita, Pelajar SMP menjawab mewujudkan cita-citanya adalah dengan bekerja keras, gigih dan pantang menyerah.

-Artikel-779 views

Kitorangpapuanews.com – Ruangan aula FMIPA Uncen, Senin (24/2) mendadak riuh setelah Profesor Yohanes Surya memberi tujuh pertanyaan kepada peserta yang mengikuti kuliah umum. Kuliah umum ini bagian dari acara memperingati dies natalis FMIPA ke 22 dimana dihadiri oleh mahasiswa, dosen termasuk pelajar SMA dan SMP. Diakhir acara pemilik Surya institute ini memberi pertanyaan yang memang tidak mudah karena menyangkut revolusi industri.

“Apa perubahan paling mencolok dari revolusi industri 1.0,” tanya Prof Surya dihadapan sekitar 300 orang yang hadir saat itu . Ini lantas dijawab oleh seroang mahasiswi bahwa menyolok di era 1.0 adalah lahirnya alat yang membantu manusia untuk membuat kain. Pembuatan kain tak lagi bergantung pada manusia dan hewan tetapi sudah menggunakan peralatan atau teknologi. Yohanes Surya juga menanyakan soal revolusi industri 2.0, 3.0 dan 4.0 termasuk era 5.0 yang sedang digarap Jepang.

Nah pertanyaan ketujuh, Prof Surya menanyakan secara umum soal apa cita-cita dan kenapa memilih cita-cita itu. Disinilah seorang pelajar asal SMP Papua Harapan Sentani, Virgil menjawab bahwa cara mewujudkan cita-citanya adalah dengan bekerja keras, gigih dan pantang menyerah. “Itu karena saya ingin jadi pilot,” ujar Virgil yang disambut tepuk tangan. Dari jawaban ini Prof Surya memperdalam dengan menanyakan apa pilot bisa ikut membangun daerah?

Pelajar ini spontan menjawab bahwa pilot bisa membawa pesawat dan itu bagian dari transportasi dan bisa membantu banyak orang termasuk bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembangunan. Dari jawaban ini Prof Surya tak lagi mengeluarkan kata-kata dan langsung disambut riuh tepuk tangan.

News Feed