oleh

Produksi Tembaga di Papua Turun, Saham Freeport McMoran Anjlok Parah

-Artikel, Ekonomi, News-454 views

Kitorangpapuanews.com – Freeport-McMoRan Inc melaporkan penurunan produksi tembaga kuartal IV dan memperkirakan pengeluaran lebih tinggi pada tahun ini karena transisi tambang tembaga raksasa Grasberg di Indonesia ke penambangan bawah tanah. Faktor ini kemudian membuah saham perusahaan anjlok parah atau sekitar 9 persen menjadi USD 11,98.

Amerika Serikat telah menghabiskan miliaran dolar dalam peralihan dari tambang terbuka yang menipis dan untuk mengembangkan tambang bawah tanah di Papua. Langkah ini diharapkan buat produksi yang tahan lama dan menghasilkan arus kas yang signifikan di masa depan.

Produksi tembaga di Grasberg tercatat turun 14 persen pada kuartal IV, sementara total produksi logam turun 1,7 persen menjadi 827 juta pon.

Perusahaan memperkirakan belanja modal untuk 2020 menjadi sekitar USD 2,8 miliar, lebih tinggi dari tahun lalu. Dana ini akan digunakan untuk proyek proyek besar. Selain itu, perusahaan juga telah mengalokasikan USD 500 juta lagi untuk pengembangan smelter baru di Indonesia.

“Kami pikir pasar telah mengambil pandangan jangka pendek 2020 dan fokus pada capex (belanja modal) terkait smelter, pedoman kuartal pertama dan biaya tunai,” kata Analis Deutsche Bank, Chris Terry.

News Feed