PRESTASI DINAS KESEHATAN KAB. TELUK BINTUNI ATASI MALARIA

oleh

Kab. Teluk Bintuni, Kitorang Papua – Wabah malaria tidak boleh disepelekan. Pencegahan dan pengobatan yang baik harus dilakukan untuk menghadari korban jiwa sia-sia. Upaya ini yang dilakukan oleh pemerintahan Kabupaten Teluk Bintuni melalui program EDAT (Early Diagnosis and Treatment). Sehingga mengundang apresiasi Menteri Kesehatan karena berhasil secara efektif mengurangi wabah Malaria dan tercatat pada penghargaan Internasional.

“Saya kira program EDAT bagus sekali, kami apresiasi,” kata Nila di Kantor Dinas Kesehatan Teluk Bintuni Jumat (31/8).

Sejak 2005, Teluk Bintuni berusaha menurunkan angka malaria dengan melibatkan masyarakat dan perusahaan. Di kampung-kampung wajib ada juru malaria kampung, sementara di perusahaan wajib ada juru malaria perusahaan.

Mereka bertugas untuk mendeteksi secara dini malaria pada warga di kampung atau perusahaan menggunakan rapid diagnostic test (RDT). Jika positif malaria, pasien bakal diberikan obat.

Nila juga mengapresiasi masyarakat yang proaktif ketika merasa tidak enak badan. Bila warga sudah mulai merasa demam tiga hari, tidak nafsu makan, pusing, langsung mendatangi juru malaria kampung/perusahaan.

Dengan perubahan perilaku masyrakat Teluk Bintuni, Nila merasa memang pantas mereka menyabet penghargaan United Nations Public Service Award dari kawasan Asia Pasifik.

“Penghargaan dari PBB itu bukti bahwa pemberdayaan masyarakat bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada di sana,” kata Nila.

Kitorang Papua yakin pemerintah di daerah Papua lainnya terus berupaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya. Apalagi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, karena kesehatan merupakan hal yang utama. Agar bisa membangun Papua yang lebih baik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *