oleh

Presiden Jokowi Terus Membangun Papua, Inilah Realisasi dari Komitmen Memajukan Papua

Komitmen Presiden Jokowi untuk membangun negeri, khususnya di wilayah Poros Timur, sedikit demi sedikit telah terealisasikan. Bukan hanya pembukaan jalan trans Papua, tetapi juga megahnya jembatan Youtefa sebagai ikon Papua yang baru juga telah berdiri.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan menghadirkan beberapa infrastruktur lain, seperti bandara. Tak tanggung-tanggung, pemerintahan Presiden Jokowi membangun 10 bandara di pelosok Papua.

Selain perkembangan di akses udara, menyusul beberapa sektor pengembangan di sektor perhubungan laut. Menurut sejumlah laporan akan ada proyek pembangunan sejumlah pelabuhan.

Selain itu, pemerintah juga mengejar rasio elektrifikasi sebagai indikator dari hak rakyat menikmati saluran listrik. Provinsi Papua tahun 2014, (elektrifikasi) baru mencapai 43 persen dan Papua Barat sekitar 77 persen. Melalui berbagai program elektrifikasi hingga September 2019, rasio Papua mencapai 94 persen dan Papua Barat 99 persen.

Hal itu juga diikuti dengan pembangunan Fasilitas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw. Termasuk Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang 1.071 km telah tersambung dan akan terus ditingkatkan kondisinya.

Pembangunan berbagai infrastruktur tersebut bukan tanpa dasar, hal ini diharap akan mampu meningkatkan efisiensi logistik, yakni transaksi barang dan jasa beserta mendorong keberhasilan produk nasional yang mempunyai daya saing.

Selain program infrastruktur, pemerintahan Presiden Jokowi juga mendorong adanya program BBM Satu Harga, serta pencegahan stunting dan kelaparan di pedalaman Papua.

Itu baru sekelumit yang bisa diceritakan di sini. Tetapi yang jelas, hal tersebut merupakan cara Presiden Jokowi untuk merealisasikan komitmennya dalam membangun dan memajukan Papua.

Jadi, kata siapa pemerintah Indonesia sekarang alpa pada Papua?

News Feed