oleh

Polri: Benny Wenda Sebar Provokasi Terkait Rusuh Papua ke Eropa-Afrika

-Kriminal-397 views
Gambar terkait
Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (Agung Pambudhy/detikcom)

Kitorangpapuanews.com-Polisi terus memetakan jaringan tokoh separatis Papua Benny Wenda (BW). Provokasi yang dibuat Benny terkait rusuh di Papua diduga tersebar hingga Eropa dan Afrika.

“Untuk saudara BW ini boleh dikatakan dia sebagai orang yang memprovokasi. Melalui konten-kontennya baik narasi-narasi foto, video, itu yang dia sebar di beberapa koneksinya mereka yang ada di eropa, kemudian di kawasan Asia Pasifik maupun juga ada sebagian di Afrika,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).Dedi mengatakan saat ini polisi terus memantau jejak digital Benny Wenda. Polisi juga memantau konten yang disebar Benny lewat jaringannya di beberapa negara.

“Itu sudah dipantau untuk jejak digitalnya dari hasil pembicaraan, kemudian konten-konten yang berhasil disebar oleh yang bersangkutan kepada kelompok-kelompoknya,” ucapnya.Sebelumnya, Dedi mengatakan Benny Wenda diduga memiliki keterlibatan dalam memicu kerusuhan di Papua beberapa waktu lalu. Polisi lalu mengidentifikasi jaringan dan pembicaraan yang dilakukan Benny.

“Polri tidak bekerja sendiri, bekerja sama dengan Kemenlu, BSSN, dan BIN me-mapping hasil pembicaraan, khususnya yang dilakukan oleh Saudara BW (Benny Wenda),” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (3/9).Sementara, hari ini, pemerintah memastikan tak akan tinggal diam terkait dugaan keterlibatan tokoh separatis Papua Benny Wenda dalam memicu kerusuhan di Papua. Dia mengatakan pemerintah akan melakukan berbagai langkah agar bisa menangkap Benny.

“Ini kan bagian dari satu kondisi nyata yang kita hadapi. Tidak hanya Indonesia, negara-negara lain juga ada pihak-pihak tertentu yang suka ngerecokin. dan karena mereka bukan warga negara Indonesia dan juga sudah ada perlindungan suaka dari negara lain. Prosesnya kan nggak sesederhana itu. Kalau masuk ke Indonesia ya saya tangkap, kita tangkap. Tapi tentunya ini butuh suatu kegiatan diplomasi ya, ada hukum-hukum internasional yang kita lakukan. Tapi kita tidak diam ya,” kata Menko Polhukam Wiranto di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

News Feed