POLISI TINDAK TEGAS PELANGGARAN DI DUNIA SIBER

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Dalam rangka menciptakan situasi dan suasana yang aman. Polisi akan terus konsisten melayani masyarakat. Tidak hanya di dunia nyata, Kepolisian juga aktif memantau dunia maya (siber). Segala bentuk upaya yang meresahkan, cukup dapat menjadi bahan Kepolisian untuk melakukan tindakan tegas. Seperti yang terjadi di Jayapura.

Mengutip pada pemberitaaan di detik.com, Polisi menangkap Agustinus Yolemal karena membuat video yang menggambarkan seorang anak berbicara tentang Papua mederka. Agustinus membuat video tersebut dan mengunggahnya ke Youtube.

“Agustinus Yolemal pembuat video Papua Merdeka dan menjadikan seorang anak kecil sebagai objek dalam video tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal di Jayapura, Sabtu (25/8).

Agustinus ditangkap tanpa perlawanan. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lainnya.

“Saat digeledah anggota mengamankan barang bukti berupa satu buah dompet berisi kartu identitas, kartu ATM, 3 handphone, satu tab Samsung, 3 buah laptop, satu unit mobil jenis Toyota Rush,” kata Kamal.

Sementara itu polisi juga memeriksa anak yang berada di video tersebut. “Terhadap anak dilakukan pemeriksaan sebagai saksi atas pembuatan video tersebut,”kata Kamal.

Menurut Kamal, video buatan Agustinus merupakan ajakan dan penanaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Hal ini sesuai dengan Pasal 45 a Ayat 2 Undang-undang ITE No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang ITE Nomor 11 tahun 2008.

Kamal mengatakan, akan menindak dengan tegas bagi siapapun yang berupaya melakukan hal serupa. Karena jelas terbukti melanggar UU ITE. Karenanya Kamal menghimbau agar masyarakat Papua bijak dalam menggunakan media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan media lainnya. Jangan sampai menyebarkan isu-isu yang melanggar UU ITE seperti upaya makar, pornografi, teror, dsb. Pihak Kepolisian tidak akan segan-segan untuk menindak tegas pelaku kejahatan dunia siber tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.