POLISI DIANIAYA, PELAKU SEMPAT RAMPAS SENJATA API

oleh

Wamena, Kitorang Papua – Bripda Agus Dalyono, anggota Polri yang bertugas di Jayawijaya, Papua, dikeroyok sekelompok orang. Bahkan senjata api milik korban sempat dirampas para pelaku.

Mengutip pada kompas.com, Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal, Selasa (19/2) malam, mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Senin (18/2) sekitar pukul 07.10 WIT.

Kasus ini bermula saat korban hendak melayat seorang warga yang meninggal di RSUD Wamena. Saat berada di RSUD, korban melintas di depan pelaku bernama Matoa Yigibalon. Entah mengapa, pelaku pun mengejar korban dan memukulnya di bagian dada sehingga korban melarikan diri.

Masyarakat yang berada di ruangan jenazah sekitar 20 orang lalu ikut mengejar korban, dan menganiaya korban di samping ruangan laboratorium RSUD Wamena. Tak hanya itu, senjata api laras pendek milik korban juga ikut dirampas pelaku bernama Pipi Kogoya.

“Korban dianiaya dengan cara dipukul dengan batu, ditendang dengan kaki dan dipukul dengan tangan sehingga korban mengalami luka robek pada bagian kepala,” kata Kamal dalam keterangan tertulisnya.

Petugas keamanan rumah sakit yang melihat kejadian itu kemudian menghubungi Polsek Kawasan Bandara. Tak lama kemudian, polisi tiba dan melihat korban dikeroyok oleh masyarakat. Polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sehingga para pelaku membubarkan diri.

“Kemudian anggota Polsek melihat bahwa Bripda Agus Dalyono sudah mengalami luka di bagian kepala, selanjutnya dibawa ke ruang UGD RSUD Wamena untuk mendapat perawatan medis,” tutur Kamal.

Menurut Kamal, setelah dilakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat akhirnya senjata api tersebut dapat diambil kembali. Sementara, Polres Jayawijaya telah mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan. Saat ini, ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

“Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum diancam dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun,” kata Kamal.

Sedangkan untuk pelaku perampasan senjata api dan pelaku lainnya masih dalam pengejaran personel Polres Jayawijaya.

“Untuk Bripda Agus Dalyono sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD Wamena dan direncanakan akan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara,” pungkas Kamal. (*)