oleh

Polda Papua Amankan Senjata Laras Panjang yang Sempat Dirampas KKB

-Kriminal, News, Publik-839 views

Kitorangpapuanews.com– Polda Papua mengamankan tiga senjata laras panjang yakni AK 47, AR15 dan Thomson dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pasca-kontak tembak selama dua hari di Kali Bua Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengungkapkan, tiga senjata tersebut milik anggota Polri sebenarnya. Untuk senjata AR 15 merupakan hasil rampasan kelompok kriminal bersenjata pada 27 November 2012 di Polsek Pirime Kabupaten Lanny Jaya.

“Dari kejadian tersebut, 3 personel kami gugur yakni, Kapolsek Pirime Ipda Rovli Tagugesi, Brigadir Jefri Rumkorem dan Briptu Daniel Makuker. Selain menembak anggota kami kelompok tersebut juga membakar habis Polsek Pirime dan membawa senjata laras panjang,” kata Kamal, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Kamal menambahkan, untuk senjata AK 47 merupakan hasil rampasan kelompok kriminal bersenjata pada tanggal 4 Januari 2014 di Pos Kulirik Kabupaten Puncak Jaya.

“Senjata tersebut merupakan salah satu dari 8 senjata api yang mereka rampas dari anggota kami saat itu. 8 pucuk senjata api laras panjang tersebut yakni 2 pucuk senjata AK 47, 1 pucuk Mouser, 5 pucuk SS1 serta amunisi,” tutur Kamal.

Untuk satu senjata yang telah diamankan, kata Kamal, masih diidentifikasi untuk mengetahui mereka mendapatkan senjata tersebut dari mana asalnya apakah senjata api selundupan ataukah milik TNI-Polri masih didalami.

Diketahui, tiga pucuk senjata api yang disita dari kelompok kriminal bersenjata tersebut setelah terjadi kontak tembak antara aparat TNI-Polri di Kali Bua Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika selama 2 hari. Dari kontak tembak tersebut 4 anggota KKB tewas dan senjata api serta senjata tajam berhasil diamankan.

“Saat ini, anggota kami masih terus melakukan pengejaran terhadap KKB dan pasca-kejadian situasi di Distrik Tembagapura masih aman dan kondusif. Ekses KKB terus melakukan teror di beberapa wilayah di Kabupaten Mimika dan khususnya di sekitar Distrik Tembagapura akibatnya ribuan warga mengamankan minta melalui wakil Bupati Mimika untuk dievakuasi diri Distrik Tembagapura ke Kota Timika,” tutup Kamal.

News Feed