oleh

Pola Gerakan TPN-OPM : Idiologi Berkedok Motif Ekonomi

-Artikel, Kriminal-1.222 views

Jayapura – Bukan hanya sebuah paradigma, nyatanya setiap kali Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) melakukan propagandanya melalui siaran video, tulisan dan komunikasi telepon, mereka selalu lantang menyebutkan bahwa mereka adalah tentara yang sedang berjuang memerdekakan Papua.

Mari lebih teliti melihat sebuah pernyataan yang sebenarnya seringkali kita dengar, kita lihat dan kita baca. Jangan gagal fokus! Jangan juga gagal paham!, pergerakan TPN-OPM sudah ada sejak beberapa puluh tahun yang lalu, sehingga jika kita amati, berpuluh-puluh tahun secara turun temurun, dan sampai saat ini TPN-OPM ini tetap ada, mengakar dan mendarah daging, yang merupakan salah satu ciri dari sebuah idiologi.

TPN-OPM bagaikan pisau yang bermata tajam di kedua sisinya, pola pergerakannya adalah memperjuangkan kemerdekaan Papua, namun dengan menggunakan cara-cara yang kriminal dan mengganggu stabilitas keamanan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah demi melancarkan tujuannya.

Ditemui dalam kesibukannya sehari-hari, tokoh masyarakat Papua, Hems Bonai, mengatakan bahwa TPN-OPM sudah ada sejak lama, bahkan sejak ayahnya menjabat sebagai Gubernur pertama Papua.

Hems Bonai mengungkapkan harapan kepada pemerintah agar secara tegas dan bersinergi memberantas TPN-OPM, selain membahayakan bagi idologi NKRI, TPN-OPM juga kerap kali melakukan tindakan kriminal.

“TNI harus fokus menangani masalah TPN-OPM, ini ancaman bagi keutuhan Republik Indonesia, dan Polri membantu agar tindakan kriminal yang dilakukan TPN-OPM tidak menyengsarakan rakyat,” tuturnya, Kamis, (23/11).

Belum satu minggu peristiwa pembebasan sandera di Tembagapura, masyarakat yang berhasil diselamatkan masih ditampung dan menjalani stabilisasi dari trauma akibat penyanderaan, kondisi keamanan di Tembagapura semakin kondusif, dengan pengamanan dari Tim Terpadu TNI-Polri.

Menelisik pernyataan masyarakat korban penyanderaan TPN-OPM, tim redaksi mencoba mewawancarai beberapa masyarakat korban penyanderaan terkait pola gerakan TPN-OPM.

“OPM itu seperti tentara pemberontak, mereka selalu mendoktrin kami untuk ikut menyuarakan dan berjuang untuk kemerdekaan Papua, namun karena kami cinta kepada NKRI jadi kami hanya diam saja,” ucap Beni Roswan salah satu masyarakat Kampung Kimbely.

Senada dengan Beni, Mama Heni yang merupakan warga Kampung Banti yang ikut di evakuasi pun turut mengutarakan pendapatnya tentang TPN-OPM, “OPM sering datang ke kampung, dorang buat mace pace ikut upacara bendera bintang kejora, tapi torang diam saja karena takut mereka bawa senjata, mereka sering rampas makanan, pakaian dan babi untuk makan dorang,” ucapnya.

Melihat fenomena-fenomena tersebut sangat jelas pola gerakan TPN-OPM bertujuan untuk membuat Papua terpisah dari kedaulatan NKRI, dan mereka sudah sangat gencar mempengaruhi masyarakat untuk ikut memperjuangkan tujuannya, jelas motifnya bukan ekonomi.

Namun demikian, dengan keterbatasan SDM untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya TPN-OPM menggunakan cara-cara yang kriminal. (**)

 

News Feed