oleh

Petisi Referendum Papua dibantah oleh PBB inilah salah satu sosok intelektual dibalik kebohongan Benny Wenda

-Artikel, Kriminal, Sosial-2.923 views

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Saat ini sedang sangat ramai membahas tentang kebangkitan kelompok radikal seperti PKI. Beberapa strategi dilakukan untuk mendeketeksi siapa saja kader-kader PKI, agar lebih mudah melacak keberadaan dan pergerakannya.

Sama halnya dengan PKI, kelompok separatis Papua pun sempat kebakaran jenggot dan mulai lah bermunculan kader-kader dan tokoh intelektual dibalik pergerakan kelompok separatis Papua (KNPB, ULMWP dan NRFPB).

Pasca Diplomat Muda Indonesia Ainan Nuran mematahkan argument dari petinggi Negara Vanuatu dan Solomon Island, dalam sidang umum PBB ke 72, Diplomat Muda mematahkan argument Vanuatu dan Solomon yang secara terang-terangan mendukung referendum Papua. akhirnya PBB dan seluruh dunia yang diwakili oleh para petinggi Negara masing-masing pun mendukung pendapat yang dikemukakan oleh Ainan Nuran, PBB juga akan menonaktifkan bidang dekolonisasi di PBB dengan tujuan tidak ada lagi kelompok separatis yang membuat aksi referendum.

Peristiwa tersebut membuat salah satu tokoh intelektual separatis Papua yang sekaligus seorang jurnalis, Victor Mambor, meracau di sebuah blog mojok.com miliknya. Ia menyindir keputusan PBB yang tidak menerima petisi yang diberitakan oleh beberapa media, namun kenapa PBB menolak karena petisi tersebut adalah petisi palsu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Dalam tulisannya Mambor membanding-bandingkan antara Papua dengan Katalunya, namun pembandingannya tidak cerdas sehingga mengundang kecaman dari para netizen yang membaca. Mambor dianggap sebagai jurnalis yang tidak cerdas sekaligus pengkhianat bangsa karena mendukung separatis Papua.

Komentar yang dilontarkan oleh Netizen cukup pedas, salah satunya dari Benyamin Lagowan, “Victor sedang bermimpi, pikirannya belum sampai pada level diplomasi internasional, kasihan”. (**)

News Feed