oleh

Pesparawi Akan Jadi Sejarah Baru Toleransi Beragama

Kitorangpapuanews.com –  Ketua Umum Pesparawi XIII se-Tanah Papua, Johannes Rettob saat ditemui Harian Papua di Hotel Grand Tembaga, mengatakan, bahwa pelaksanaan Pesparawi yang digelar di Timika tersebut juga didukung oleh semua lintas agama yang ada.

“Semua pemuka agama yang ada sudah menyatakan diri siap untuk mendukung dan mensukseskan Pesparawi di Timika,” paparnya.

Pelaksanaan kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Tanah Papua pada bulan Juni mendatang, akan menjadi sejarah baru dalam segi toleransi antar umat beragama. Bagaimana tidak, pantia yang telah dibentuk terdiri dari berbagai agama dan suku yang ada di Indonesia. Ini menandakan tingginya toleransi di Kabupaten Mimika.

Bukan hanya itu, panitia yang ada pun terdiri dari semua agama yang ada, serta terdiri dari semua denominasi gereja yang ada.

“Kita ingin mewujudkan kedamaian dan persatuan yang dimulai dari Timika untuk kedamaian Indonesia. Itulah yang kita cetuskan dalam tema Pesparawi XIII se-Tanah Papua tahun ini,” katanya.

Bahkan untuk acara pembukaan Pesparawi nanti, akan hadir dua penyanyi religi dari dua agama yang berbeda untuk melantunkan lagu rohani Kristen dan lantunan Shalawat.

“Saya sudah ketemu mereka berdua, dan mereka sudah menyatakan diri untuk hadir dalam pembukaan Pesparawi yang rencananya juga akan dihadiri oleh Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu alasan pihaknya memilih lokasi pembukaan Pesparawi XIII se-Tanah Papua di lapangan pasar lama, adalah karena disamping lapangan tersebut berdiri masjid yang megah.

“Kan sangat mewakili toleransi dan keberagaman agama di Timika. Lokasi pembukaan Pesparawi dan dibelakangnya berdiri masjid yang kokoh. Itu pasti akan jadi sejarah baru di Indonesia,” imbuhnya.

News Feed