oleh

Pesan Komnas HAM ke Jokowi: Tolong Tempatkan Masalah Papua Nomor Satu

-News, Publik, Sosial-729 views
Pesan Komnas HAM ke Jokowi: Tolong Tempatkan Masalah Papua Nomor Satu
Ahmad Taufan Damanik. (Ari Saputra/detikcom)
Kitorangpapuanews.com – Jakarta – Komnas HAM berpesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang akan dilantik kedua kalinya pada 20 Oktober nanti. Komnas HAM berharap Jokowi menomorsatukan masalah di Papua untuk segera dituntaskan.
“Sampai hari ini kami terus menyampaikan pesan tersebut karena supaya Pak Jokowi sebagai presiden, apalagi sekarang terpilih lagi, tanggal 20 (Oktober) dilantik kembali. Tolong tempatkan masalah Papua nomor satu,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).
Komnas HAM merasa masih ada sejumlah permasalahan HAM yang terjadi di Indonesia. Paling krusial, kata Taufan, adalah tentang Papua.

“Kepada Pak Jokowi, dari mulai kami diangkat menjadi anggota Komnas HAM, selalu kami mengatakan ini ada berbagai masalah hak asasi manusia. Pak, yang paling krusial adalah tentang Papua, ini disampaikan,” imbuhnya.
Taufan mengungkapkan posisi Komnas HAM hanya sebagai fasilitator terkait masalah yang ada di Papua. Dia pun mendapat kabar dari Majelis Rakyat Papua (MRP), yang ingin bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Taufan menyambut baik inisiatif MRP tersebut karena selama ini terjadi pertentangan persepsi di antara pihak di Papua. Dia pun mengajak MRP untuk bertemu juga dengan pihak TNI.

“Sebab saya tahu, persepsi polisi tentang MRP, dengan persepsi MRP selama ini tentang aparat kepolisian itu tidak ketemu. Jadi kalau sekarang mereka minta Komnas HAM ingin bagaimana supaya dipertemukan, ini bagus,” ucapnya.

Taufan mengajak semua pihak, termasuk Jokowi, bertemu dan berdialog untuk menuntaskan masalah di Papua. Dia meminta semua pihak duduk bersama.

“Jadi para pihak yang berurusan dengan Papua ini, ini menurut kami harus duduk bersama. Karena sering kali pendapat satu sama lain nggak ketemu. Yang satu minta pemekaran, yang satu minta begini, saling tuduh segala macam. Maka kami bilang oke, bersedia memfasilitasi semua pihak untuk duduk berdialog, ayo sama-sama,” imbuhnya.

News Feed