oleh

PERLUNYA PERCEPATAN PEMBANGUNAN BASIS MILITER DI WILAYAH TIMUR INDONESIA

-Artikel-1.205 views

Jakarta, Kitorang Papua – Pertemuan APEC kemarin menjadi pembahasan strategis tidak hanya di bidang ekonomi saja. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang membahas politik dunia bahkan ke bidang pertahanan. Tim Kitorang mengutip pada pemberitaaan CNN Indonesia terhadap rencana pembangunan pangkalan militer US-Australia serta analisa pertahanan bagi Indonesia, khususnya di wilayah timur (Papua).

Pada pertemuan kemarin, Wapres AS Mike Pence pada Sabtu (17/11) mengumumkan kesepakatan negaranya dan Australia untuk membangun pangkalan laut di Papua Nugini, juga bekerja sama dengan pemerintahan negara tersebut.

“Kami akan bekerja dengan dua negara ini untuk melidungi kedaulatan dan hak maritim di Kepulauan Pasifik,” kata Pence.

Menanggapi langkah Negara Paman Sam tersebut, Pengamat Militer dan Pertahanan Indonesia Muradi mengingatkan pemerintah Indonesia bahwa itu bukan sebuah kabar baik. Oleh sebab itu, Indonesia pun disebutnya harus menyikapi dengan membangun fasilitas serupa di Papua.

“Dari segi pertahanan keamanan dengan membangun pangkalan militer jangan dianggap sebagai perkawanan. Itu salah. Itu dianggap sebagai kompetitor di bidang pertahanan dan keamanan,” kata Muradi, Minggu (18/11).

Untuk itu, Muradi mengusulkan agar Indonesia membangun pangkalan pertahanan serupa di sekitar pulau Papua yang merupakan wilayah Indonesia.

“Kita harus mempercepat proses pembangunan Membangun Mako Kostrad (Komando Strategis Angkatan Darat) dan Mako Marinir untuk memperkuat pertahanan dan keamanan di perbatasan,” ujar Muradi.

Pembangunan pangkalan militer ini dilakukan untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi kepentingan warga negara khususnya di wilayah perbatasan. Papua diharapkan bisa ikut mendukung stabilitas keamanan regional di wilayah timur Indonesia.

Sebagai jawaban atas kebutuhan  ini, pemerintah pusat perlu mempercepat pembangunan pangkalan militer khususnya di wilayah timur yaitu Papua untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan. Seperti penambahan divisi Kostrad, Koarmatim dan Marinir serta Koarhanud. Selain itu, pemerintah akan terus memperkuat pertahanan di wilayah timur guna melindungi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan terjaminnya stabilitas keamanan regional di wilayah tersebut. (*)

News Feed