oleh

Peringati Hari Pahlawan, GEMAPI Dan PPM Gelar Bakti Sosial Kepada Keluarga Pejuang Pepera 1969.

Kitorangpapuanews.com – Peringati Hari Pahlawan, Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (GEMAPI) dan Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Papua menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) kepada keluarga pejuang Pepera 1969 di Jayapura, Papua, Selasa (10/11/2020).

Ketua Dapenda Pemuda Panca Marga (PPM) Riko Mauri mengatakan, hal itu dilakukan pihaknya bersama GEMAPI dalam rangka memperingati hari pahlawan dengan tidak melupakan jasa-jasa para pejuang Pepera 1969.

“Kegiatan ini pada hakekatnya merupakan salah satu wujud kepedulian GEMAPI dan PPM terhadap keluarga pejuang Pepera 1969,” ujarnya.

Ditengah pandemi Covid-19, Kegiatan Baksos dilakukan dengan cara membagikan sembako dari rumah ke rumah keluarga para pejuang Pepera.

“Sembako tersebut kita bagikan kerumah rumah keluarga pejuang Pepera 1969 yang ada di Jayapura, ” Ujarnya.

Ditempat yang sama, Selaku Ketua GEMAPI, Philatus Netep juga mengatakan bahwa kegiatan ini perlu dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan, karena selain akan memperkokoh rasa cinta dan kebersamaan, hal ini juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga rasa peduli dan rasa senasib sepenanggungan sesama warga Papua.

“Baksos sekaligus sebagai upaya untuk mempererat tali silaturahmi rasa persatuan dan kesatuan diantara kita semua, terutama selama masa pandemi Covid – 19 ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, dirinya menyinggung terkait adanya kelompok yang masih berbeda Idiologi. Dikatakannya Papua sudah final dalam bingkai NKRI.

“Papua sudah final dalam NKRI, jadi saatnya bukan lagi mempermasalahkan Idiologi, tapi sama-sama mendorong pembangunan Papua kearah yang lebih baik,” ajaknya.

Tujuan kegiatan ini seperti yang tadi jelaskan, selain memperingati Hari Pahlawan, kegiatan ini bertujuan  untuk tidak melupakan jasa para pahlawan pejuang Pepera di tanah Papua.

“Generasi muda kita harus tahu, bahwa kita sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana, pada tahun 1969 dilakukan musyawarah Pepera yang melibatkan 1.026 tokoh-tokoh Papua yang sudah menyatakan dan memutuskan Papua menjadi bagian dari NKRI,” ujarnya.

Philatus mengajak generasi muda untuk tidak melupakan jasa para pejuang Pepera dan sejarah Papua, dimana Papua sudah menjadi bagian dari NKRI sejak Pepera diputuskan.

“Jadi sekali lagi saya sampaikan, generasi muda jangan melupakan para pejuang Pepera dan sejarah Papua. Karena Papua sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI sejak Pepera itu diputuskan,” tegasnya.

News Feed