oleh

Penyebaran Covid-19, Masyarakat Harus Jalankan Social Distancing

-Berita-22 views

Kitorangpapuanews.com – Berdasarkan prediksi pemerintah pusat perihal penyebaran Covid-19, di Provinsi Papua akan menemui puncaknya pada Juni mendatang dengan jumlah kasus yang tak tanggung-tanggung mencapai 450 kasus.

Namun, setelah menemui puncak kasus sebagaimana diprediksikan tersebut, kasus Covid 19 perlahan akan berkurang hingga di titik terendahnya. Demikian, ini merupakan penyampaian Juru Bicara Satgas Covid 19, dr. Silwanus Sumule, yang mengonfirmasi prediksi pemerintah pusat tersebut.

“Kita tahu puncaknya itu 450 kasus positif. Ini angka dari pemerintah pusat, di mana ada ahli-ahli yang menghitungnya. Jadi, bagaimana mau menurun kasusnya kalau puncaknya saja belum kita capai. Dengan kata lain, kita capai dulu puncaknya, baru kemudian kasusnya bisa turun,” ujar dr. Silwanus Sumule.

Dijelaskan dr. Sumule bahwa langkah-langkah strategis telah dilakukan pihaknya dalam penanganan Covid 19, yakni menemukan sedini mungkin kasus Covid-19, sehingga pasiennya pun dapat ditangani dengan maksimal.

  “Kita sudah lakukan upaya yang saat ini kita kerjakan, antara lain, melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) dalam jumlah yang besar. Kemudian, berangkat dari hasil RDT yang positif/reaktif, kita segera lakukan tes swab dalam pemeriksaan dengan metodologi Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendapatkan hasilnya untuk kemudian diberikan penanganan oleh petugas kesehatan,” terangnya.

Menurutnya, melihat dari perkembangan pemeriksaan swab dengan metodologi PCR, di mana dengan 2 alat PCR yang dimiliki Pemprov Papua, baik di Litbangkes maupun di Labkesda, sekiranya 9 – 11 pasien dapat diketahui hasil testnya dalam sehari. Demikian, semakin banyak kasus dapat ditemukan.

“Namun, masyarakat perlu tahu juga bahwa kalau sampai kita melebihi 450 kasus positif, maka ada pertanyaan besar, yakni bagaimana social distancing kita dijalankan? Apakah masyarakat tidak bisa tinggal di rumah?” katanya.

Bukan tanpa alasan, sebab, penyebaran virus ini terjadi karena orang yang bergerak, serta terlebih tidak menjalankan protokol kesehatan sebagaimana mestinya, seperti menggunakan masker, menjaga jarak komunikasi, maupun tidak berkumpul.

“Tapi, kita akan mencapai 450 kasus positif tersebut, meskipun kita berharap tidak sampai 450 kasus positif sebelum akhirnya kasusnya itu menukik dengan tajam untuk capai titik terendah penyebaran kasus ini,” bebernya.

Berbagai cara telah dilakukan guna memberikan pemahaman bagi masyarakat akan pentingnya menjalankan social distancing, physical distancing, protokol kesehatan, bahkan disarankan untuk tidak meninggalkan tempat tinggal/rumah, jikalau tidak memiliki urusan penting/mendesak.

“Kita mulai dari edukasi dengan cara promosi, menyebarkan pamphlet soal Covid-19, menggandeng media mainstream dalam pemberitaan, hingga meminta bantuan tokoh-tokoh agama untuk memberikan pemahaman bagi umatnya. Artinya, upaya preventif terus menerus kita sampaikan, hingga upaya keras dalam penegakkan hukum bagi yang tidak menjalankan pembatasan sosial,” jelasnya.

Menurut dr. Sumule, mencapai 450 kasus positif di Provinsi Papua secara keseluruhan itu tidaklah membutuhkan waktu yang lama. Bukan apa, hingga 17 Mei 2020, berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Covid 19 Provinsi Papua, kasus positif kumulatif telah mencapai 436 kasus positif.

“Kita harus kerja sama untuk dapat menyelesaikan Covid-19 ini. Menyelesaikan Covid-19 ini tidak bisa dengan jalan sendiri-sendiri. Melainkan semua harus terlibat agar kita bisa menyelesaikannya. Dan kita punya sejumlah strategi untuk bisa menyelesaikan Covid-19 ini,” pungkasnya.

 

News Feed