oleh

Pendulang Emas Temukan Mayat Kepala Hancur, Tangan Utuh, Kaki Tidak Ada Di Area Freeport

-Kriminal, News, Publik-294 views

Kitorangpapuanews.com -Kepolisian mengidentifikasi mayat yang ditemukan pendulang emas dengan kondisi kepala hancur, tangan utuh dan kaki tidak ada.

Penemuan mayat tersebut bertempat di area PT Freeport Indonesia, lokasi pendulang Kali Kabur, Mile 34 Distrik Kuala Kencana, Senin (13/4/2020).

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adinata, SIK dalam rilis yang diterima Salam Papua, menjelaskan awalnya pelapor yakni Demian Hagoha alias Bocel, dan saksi yakni Wilhemus Baker, usai makan siang dicamp dan hendak pergi melakukan dulang,  dalam perjalanan pelapor menemukan semacam ada potongan badan manusia yang sebagiannya tertimbun pasir.

“Setelah pelapor dan saksi dekati dan tercium bau menyengat dan memastikan apa yang dilihat, ternyata yang dilihat adalah potongan tubuh manusia yang masih ada dan menyatu dengan kondisi tangan lengkap, kepala sudah hancur dan kedua kaki tidak ada,” jelasnya.


Selanjutnya pelapor pergi ke Pos Security Mile 34 Distrik Kuala Kencana untuk melaporkan penemuan mayat tersebut. Petugas Security merespon dengan cepat menggunakan Mobil LWB DS 1549 MH nomor lambung 01 – 5518 Emergency Respon Klinik Kuala Kencana.

“Akhirnya, Security melaporkan ke Polsek Kuala Kencana dan bersama – sama ke TKP. Saat itu personel yang berangkat ke TKP adalah Kapolsek Kuala Kencana Iptu Yulius Harikatang, KBO Reskrim, personel Reskrim Polsek Kuala Kencana, Reskrim Polsek Mimika Baru dan juga tim Inafis Polres Mimika,” jelasnya.

Setelah tiba di TKP dan Tim Inafis melakukan Identitifikasih terhadap mayat namun tidak ditemukan identitasnya, maka pada label kantong mayat diberi label Mr.X. 

“Tim Inafis mengidentifikasi mayat menggunakan alat Hanhell Portable Inafis melalui sidik jari tangan dengan hasil pencarian tidak diketahui. Dan sebelumnya mayat belum terdaftar di Dukcapil Kabupaten Mimika karena  belum memiliki KTP,” jelas Kapolres.

Akhirnya mayat di bawa ke RSUD untuk dilakukan visum et repertum (VER).  

“Sampai saat ini mayat masih di RSUD menunggu dokter untuk VER. Kemudian Tim Identifikasi menyerahakn mayat ini ke RSUD dan Dinas Sosial dilengkapi dengan Berita Acara serah terima,” tuturnya.

News Feed