PENANAMAN NASIONALISME DAN PATRIOTISME PAHLAWAN PADA ORIENTASI MAHASISWA PAPUA DI KUPANG, NTT

oleh

Kupang,  Kitorang Papua  – Pemuda dan pemudi Papua sangat aktif dan bersemangat untuk menuntut ilmu dan pengalaman. Hal ini dilakukan agar dapat membangun daerah Papua agar semakin sejahtera dan makmur, khususnya warga asli Papua. Para pemuda dan pemudi Papua ini banyak tersebar menuntut ilmu di sejumlah wilayah tanah air bahkan hingga ke luar negeri. Salah satu pemuda tersebut adalah Yosep Motte.

Yosep Motte adalah ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Papua di NTT. Pada tanggal satu September kemarin ia menggagas acara guna melatih junior kuliahnya. Kegiatan tersebut mengambil tema, melahirkan anggota yang berkarakter pemimpin.

“Kami senior siap mempersatukan mereka dari Papua datang dengan daerah dan Provinsi yang berbeda tetapi melalui organisasi ini kita adalah satu kesatuan Papua, maka siap mendidik mereka,” katanya.

Secara umum pembekalan mahasiswa baru dapat terlaksana dengan baik yaitu untuk memberikan pengenalan sistem belajar di kampus, tentang peran pahlawan dan pejuang Papua dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI, serta menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme NKRI.

Namun sayangnya kegiatan positif ini dikompori oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab, yaitu adanya oknum mahasiswa yang mabuk dan mengganggu kegiatan karena berusaha meracuni mahasiswa baru dengan ideologi separtisme. Hal ini telah diambil tindakan tegas dengan cara diusir oleh mahasiswa Papua lainnya. Kelompok ini meracuni mahasiswa Papua agar membenci negaranya sendiri. Selain itu dimuat juga fitnah dan berita hoax yang mengatakan bahwa ada program masif menuju kepunahan Orang Asli Papua (OAP). Hal yang sangat konyol dan tidak terbukti.

Pemuda dan pemudi Papua baiknya mengisi waktu untuk menimba ilmu dan pengalaman yang baik. Bukan dicekoki oleh fitnah dan isu konyol hanya demi kepentingan kelompok tertentu, yang mengatasnamakan ketertindasan rakyat Papua. Padahal di Papua saat ini sudah sangat banyak kemajuan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Karenanya para pemuda pemudi Papua harus lebih kritis melihat bagaimana pembangunan yang telah dilakukan pemerintah di Papua.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.