PEMDA NDUGA MERADANG OLEH ULAH KKSB

oleh

Jayapura, Kitorang – Situasi keamanan yang kurang aman karena seringnya terjadinya gangguan oleh kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) seperti penembakan di bandara Kenyam, Nduga yang menimbulkan korban jiwa masyarakat sipil membuat pemerintah Kabupaten Nduga mendesak pemerintah pusat segera membangun polres dan kodim di daerahnya. Hal ini untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang sering dilakukan oleh kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) sehingga sangat mengganggu keamanan dan sangat meresahkan masyarakat di daerah Nduga.

Pada saat kunjungan kerja Forkumpinda Provinsi Papua ke Nduga pada Jumat (29/06/2018), hadir juga dalam kunjungan tersebut Plt Gubernur Papua dan Kepala BIN Papua, serta Bupati, Muspida, Tokoh Adat, agama dan Masyarakat Nduga. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Nduga, Yarius Gwijangge menyatakan bahwa :“Kami merasa tidak aman dengan adanya kelompok ini. Situasi Nduga sudah aman dan kondusif, hingga pemungutan suara berjalan dengan lancer.”

Bupati Nduga menyatakan tidak menerima keberadaan KKSB di wilayah Nduga dan KKSB tidak boleh menganggu keamanan masyarakat setempat lagi di kemudian hari. “Kami bersepakat, mereka tak boleh lagi ada di Nduga. Kepada warga yang mengungsi, segera kembali ke tempat masing-masing dan melakukan aktifitas seperti biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, menyatakan masalah keamanan tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab aparat keamanan saja, namun perlu dukungan dan pelibatan seluruh tokoh masyarakat, adat, hingga tokoh pemuda dan kepala suku yang ada di Nduga sehingga situasi daerah Nduga dapat aman dan tertib. keamanan.

Kapolda Papua Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH menyatakan sikap bahwa Polri siap mengawal dan memberikan rasa aman kepada warga sipil di Nduga. Salah satu langkah nyata yang akan di lakukan Polda Papua adalah mendorong proses percepatan pembangunan Polres di kabupaten Nduga, serta mempersiapkan pemuda-pemudi di kabupaten Nduga menjadi anggota Polri.

“ Kami di Polda Papua sudah mengajukan kepada Kapolri terkait proses pembangun Polres Nduga. Namun tentunya pembangunan polres tersebut perlu persetujuan dari Kemenpan RB dan akan memakan waktu yang cukup lama, sambil menunggu proses itu kami akan memerintahkan Polres Jayawijaya untuk mengadakan pelatihan kepada remaja Nduga agar dapat lebih siap ketika hendak mengikuti tes sebagai anggota Polri., Ini sebagai bentuk perhatian dari Polda Papua untuk membina masyarakat  khususnya di daerah ini untuk sama-sama membangun daerahnya yang lebih baik kedepannya, “ ungkap Kapolda. Kapolda meyakinkan kepada warga Nduga, bahwa Polri dan TNI selalu hadir bersama untuk menjaga keamanan, sehingga aktifivas warga masyarakat dapat berjalan normal.

Senada dengan pejabat Papua lainnya, disampaikan Pangdam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit, “ Kami aparat TNI/Polri bertugas menjamin keamanan masyarakat agar membantu proses pembangunan dan roda pemerintahan. Namun keamanan juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat agar rasa saling menjaga dan peduli dapat tumbuh di berbagai kalangan,” ungkap George.

Terkait rencana pembangunan Kodim di Nduga, Pangdam mengaku siap untuk mewujudkan hal tersebut, namun Pangdam meminta Pemda Nduga tentunya harus membantu mencarikan dan menyediakan lahan pembangunan.

“ Untuk pembangunan Kodim kami siap, namun kami meminta Pemda menyiapkan lahan untuk pembangunan, kami juga punya program prioritas mengutamakan putra asli Papua untuk menjadi anggota TNI, kami harap putra-putri dari Nduga bisa menjadi bagian dari keluarga TNI, mari kita sama-sama jaga NKRI,” sahut Pangdam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *