oleh

Pembebasan Sandera Berhasil, Kopassus Belajar Dari Operasi Mapenduma

-Artikel, Kriminal-1.440 views

Kitorangpapuanews.com, Mimika – Keberhasilan Kopassus dalam menyelamatkan sandera di wilayah Papua bukan yang pertama kali. 21 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1996, Kelompok Kelly Kwalik dan Daniel Yudas Kogoya, sayap militer TPN-OPM mengaku bertanggung jawab atas penculikan sebanyak 26 orang, terdiri dari 10 Tim Ekspedisi Lorentz 1995, 3 orang periset WWF dan Unesco, serta 13 penduduk desa.

Peristiwa penculikan tersebut mendapat sorotan dunia lantaran, terdapat Warga Negara Asing menjadi korban penculikan, terdiri dari 4 orang asal Inggris, 2 orang asal Belanda, dan 1 orang asal Jerman. Operasi ini berakhir tanggal 9 Mei 1996 setelah penyerbuan Kopassus ke markas OPM di Desa Geselama, Mimika. Dalam penyerbuan ini, 2 dari 11 sandera ditemukan tewas, Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W. Th. Panekenan, seorang peneliti biologi.

Dalam keberhasilan operasi pembebasan sandera terhadap warga kampung Kimbely dan Banti pada Jumat (17/11) yang lalu tentunya Kopassus belajar dari pengalaman keberhasilan Operasi Mapenduma.

Medan Papua yang terkenal ekstrim dan sulit ditembus  menjadi referensi bagi Kopassus dalam setiap melaksanakan latihan-latihan khususnya di wilayah hutan guna menyiapkan pasukannya setiap saat siap digerakkan. Wilayah yang mirip Papua yang berkontur pegunungan yang terjal, dengan suhu yang dingin serta berkabut pun sering dijadikan tempat latihan-latihan prajurit Kopassus.

Alhasil bebagai tantangan tugas yang diberikan oleh Negara kepada Kopassus senantiasa diberikan keberhasilan dan kesuksesan salah satunya penyelamatan 347 orang warga kampung Kimbely dan Banti, Distrik Tembagapura.(**)

News Feed