oleh

Pembangunan Bandar Antariksa di Biak Utara Ditargertkan Tuntas Sebelum Tahun 2024

-Artikel, Berita-521 views

Kitorangpapuanews.com –  “Kami targetkan Bandar Antariksa yang akan dibangun LAPAN di Biak Utara ini sudah difungsikan sebelum tahun 2024,” kata Ketua LAPAN Indonesia Prof. Thomas Djamaluddin kepada Cenderawasih Pos keterika diterima oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, di Guest House, Jumat (14/2) kemarin.

Tahapan persiapan pembangunan Bandar Antariksa oleh  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor, ditargetkan sudah tuntas dan telah difungsikan sebelum tahun 2024 mendatang. Tahun 2020 ini, tahap persiapan termasuk dengan melakukan kajian-kajian terkait dengan pembangunan sudah mulai dilaksanakan.

Pembangunan Bandar Antaraksi di Kabupaten Biak Numfor ini akan mengandeng Universitas Cenderawasih dalam melakukan kajian, termasuk untuk persiapan-persiapan lainnya juga akan melibatkan langsung pihak terkait seperti Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Kemenristrekdikti dan sejumlah pihak lainnya.

   Bandar Antariksa yang akan dibangun ini masih tergolong dalam skala kecil dengan menggunakan areal 100 Ha atau 1 km x 1 km. Sementara untuk Bandar Antariksa skala besar harusnya menggunakan areal beberapa kali lipat dari areal yang disediakan itu.

  Menurut Thomas Djamaludin, sebelumnya, LAPAN telah melakukan kajian terhadap alternatif lokasi di Indonesia seperti Pulau Engganao, Pulau Nias, Pulau Morotai, dan Pulau Biak. Dari hasil kajian itu, yang dinilai paling layak memenuhi persyaratan sebagai lokasi Bandar Antariksa salah satunya adalah Pulau Biak, Desa Soukobye, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor.

   “Jadi mengapa Pulau Biak? Pulau Biak ini memiliki keunggulan kompetitif yaitu sangat dekat dengan ekuator atau garis Khatulistiwa, dimana terletak pada titik koordinat 0º55′-1º27′ Lintang Selatan (LS) dan 134º47′-136º48 Bujur Timur (BT), atau berada di 1 derajat LS,” paparnya ketika memberikan penjelasan di depan Forkompinda, di Guest House Kabupaten Biak Numfor, kemarin.

  Dengan posisi tersebut, masih lanjut Thomas, sangat baik sebagai tempat peluncuran Roket Peluncur Satelit (RPS) ke Geostationary Earth Orbit (GEO) dan berdampak positif pada penghematan penggunaan bahan bakar roket ketika peluncuran.

  Artinya, bahwa Biak dinilai paling dekat dengan ekuator sekitar satu derajat lintang selatan. Kemudian, keunggulan lainnya, bahwa Biak juga langsung menghadap ke arah Samudera Pasifik sehingga saat peluncuran roket secara bertahap jatuhnya di wilayah lautan.

  “Dengan Bandar Antariksa ini maka kita akan diuntungkan, kita akan menjadi negara yang memiliki Bandar Antariksa untuk peluncuran, pembuatan dan pengujian. Kita memiliki biaya cukup murah, intinya sudah banyak mitra potensial sudah mendekati LAPAN. Kerja sama dengan mitra ini akan membawa keuntungan cukup besar, termasuk bagi Kabupaten Biak Numfor,” pungkasnya.

   Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Markus O. Masnembra, SH.,MM yang menerima rombongan LAPAN dari Pusat itu menyambut baik niat baik Pemerintah Pusat membangun LAPAN di Biak. Bahkan Sekda menyatakan, kalau dipilihnya Biak sebagai lokasi pembangunan Bandar Antariksa adalah sebuah anugerah, karena sejumlah daerah berebutan dan bahkan negara-negara lainnya ingin melakukan pembangunan namun dari sisi letak tidak diuntungkan

News Feed