oleh

Pelatihan bagi relawan PON terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD)

-News-494 views

Kitorangpapuanews.com – Simulasi Pelatihan yang dilakukan di halaman Balatkes yang dikomandoi oleh IDI wilayah Papua. Agendanya adalah pelatihan bagi driver yang akan membawa mobil ambulance. Yang jelas untuk para sopir harus selalu ready baik dengan kendaraannya termasuk memahami apa yang harus dilakukan. “Jadi pekan sebelumnya sudah dilakukan pelatihan bagi relawan PON terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan kali ini lebih fokus untuk melatih sopir ambulance,” kata Dr Raja MN Sitorus SpB  selaku ketua panitia pelatihan didampingi dr Rakhel D Sagrim selaku koordinator lapangan di halaman  Baletkes, Padang Bulan Rabu, kemarin.

Kata Raja, sopir ambulance bukanlah sopir sembarang. Ia memiliki peran penting ketika terjadi kecelakaan ataupun musibah. Kejadian dimana dan ia harus apa  yang harus dilakukan. “Jadi  cukup detail pemahaman yang harus dimiliki, mulai dari kecepatan mobil, bagaimana merespon kemacetan termasuk ketika mau parkir di garasi juga ia  diajarkan,”  beber Raja. Sebelumnya para sopir ini dilatih oleh Ditlantas Polda Papua dan dari 117 driver tercatat ada 69 driver yang mengikuti latihan.

Nantinya para sopir ambulance ini juga akan mengikuti ujian untuk mendapatkan sertifikat dan bila tidak lolos ujian maka tidak mendapatkan sertifikat. Terkait yang  harus dilakukan Raja menjelaskan semisal di ada kejadian bom meledak. Mobil ambulance tak boleh masuk ke zona merah. Ia harus menunggu di zona lokasi kuning dan mana yang lebih dulu ditolong ini juga telah diajarkan. Setelah pelatihan dua hari ini pihak IDI masih akan menunggu petunjuk dari Dinkes Provinsi untuk kembali menggelar pelatihan di bulan Januari.

 

News Feed