oleh

Pedoman Salat Id 1441 H Saat Corona, MUI Papua Barat Keluarkan 8 Poin

Kitorangpapuanews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat mengeluarkan pedoman pelaksanaan salat Id 1441 Hijriyah saat pandemi corona COVID-19.

Pedoman pelaksaan terdapat pada Tausiyah bernomor: A.076/DP-P.XXXIII/V/2020 yang ditanda tangani Dewan Pimpinan MUI Provinsi Papua Barat, Ketua H Ahmad Nausrau dan Sekretaris H Nanang Supyan. 

Dalam Tausiyah MUI Papua Barat berbunyi:

Poin pertama:Umat Islam di Papua Barat semakin mendekatakan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak sholawat, memperbanyak sedekah, amar, ma’ruf nahi munkar dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan dijauhkan dari musibah dan wabah COVID-19.

Poin Kedua:  MUI Papua Barat mengajak setiap orang wajib melakukan ikhtiar, menjaga kesehatan dan melaksanakan Physical Distancing (menjaga jarak fisik dengan orang lain).

Poin Ketiga: Salat Idul Fitri 1441 /2020 M dilaksanakan di rumah masing-masing untuk daerah yang masuk katagori zona merah yaitu, Kabupaten Sorong, Kabupaten Teluk Bintuni, Kota Sorong, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Fakfak.

Poin Keempat:Pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H/2020 M, untuk zona hijau dan kuning seperti, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Teluk wondama, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Maybrat, tetap berkoordinasi denganPemerintah Daerah (Pemda) dan Tim Satgas COVID-19 setempat.

Poin Kelima: Kegiatan silaturahim dan Halal bi Halal hari raya Idul Fitri 1441 H/2020 M, agar dilaksanakan secara daring (online).

Poin Keenam:MUI Papua Barat mengajak umat Islam di Provinsi Papua Barat tetap berada di tempat atau berada didaerah masing-masing dan tidak melakukan perjalanan keluar daerah (mudik) hingga keadaan normal kembali kecuali dalam kondisi darurat.

Poin Ketujuh: Umat Islam di Provinsi Papua Barat wajib mendukung dan mentaati kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Papua Barat dalam melakukan isolasi dan pengobatan terhadap orang yang terpapar COVID-19, agar penyebaran penyakit tersebut dapat dicegah.

Poin Kedelapan:MUI Papua Barat mengajak umat Islam di Provinsi Papua Barat hendaknya proporsional dalam menyikapi orang suspect atau terpapar COVID-19 dan tidak melakukan penolakan pemakaman jenazah yang terpapar COVID-19.

 

News Feed