oleh

PECAH, TRIO PROVOKATOR PAPUA SALING RIBUT DAN LEMPAR KESALAHAN

-Artikel, News-1.891 views

Kitorangpapuanews.com – Pasca kejadian penyerangan KKSB OPM terhadap para pegawai PT Freeport  mengakibatkan 3 orang tertembak, satu diantaranya pekerja warga asing asal New Zealand namanya Graeme Thomas Wall meninggal dunia dan dua korban lainnya Jibril M A Bahar dan Ucok Simanungkalit terluka parah, dijadikan ajang benny wenda dan Socrates dengan menuduh dan meyebarkan berita hoax tentang aparat keamanan yang melakukan tindakan tersebut.

Pernyataan diksriminatif yang dilalukan benyy wenda dan Socrates tersebut akhirnya terbantah jelas dengan penyebaran video kejadian yang disebarkan KKSB OPM, dan penyataan keras pembantahan yang dilakukan sebby sambom dengan mengatakan bahwa “ pernyataan dari Ketua ULMPW, Benny Wenda dan Pdt Socrates soal pelaku penembakan di kuala kencana, Mimika yang menewaskan seorang warga negara asing dilakukan bukan TNI/Polri akan tetapi KKSB OPM, Benny Wenda dan Socrates jangan asal ngomong dan harus bertangungjawab atas pernyataan mereka.

Sebby dengan gamblang menyampaikan bahwa aksi penembakan tersebut nyata dilakukan oleh kelompok TPNPB. “Sampaikan ke Benny Wenda dan Sofyan Yoman tanggungjawab atas pernyataan mereka sebab yang melakukan bukan TNI Polri,” tulis Sebby dalam pesan singkatnya, Senin (6/4).

Saling lempar kesalahan dan keributan di antara benny wenda, Socrates dan KKSB OPM, membuktikan terjadi perpecahan diantara mereka. Mereka melakukan semua upaya-upaya memutarbalikkan fakta, menciptakan opini publik sesat, Hoax di media sosial seolah-olah TNI/POLRI melakukan pelanggaran HAM yang terjadi, padahal semua perisitiwa pelanggaran HAM dilakukan oleh KKSB OPM.

 

News Feed