oleh

Pasien Positif Covid-19 di Kota Jayapura 8 Orang

Kitorangpapuanews.com -JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., mengungkapkan, dengan bertambahnya kasus pasien positif Covid-19 di Kota Jayapura yang sudah mencapai 8 orang, tentu membuat perhatian serius Pemerintah Kota Jayapura.

Namun Wali Kota Tomi Mano tetap selektif dalam melihat kasus ini. Pihaknya akan melihat, apakah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 benar-benar orang yang tinggal di Kota Jayapura atau orang dari kabupaten lain yang dirujuk ke rumah sakit di Kota Jayapura.

“Saya mau minta kepastian dari pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Jayapura. Apakah mereka benar-benar warga yang miliki identitas diri Kota Jayapura. Untuk itu, saya minta Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Tim Covid-19 harus mendata dengan baik. Supaya saya bisa mengambil kebijakan, jika nantinya sampai ada karantina mandiri sampai menutup akses di kota di kelurahan, RT/RW.

Kalau tidak ada data jelas tentu saya belum bisa mengambil kebijakan. Jangan sampai pasien ini tinggalnya di luar Kota Jayapura,’’katanya kepada Cenderawasih Pos usai mengikuti telekonfren bersama Sekjend dan Dirjen-dirjen Kemendagri dengan Kepala Daerah se-Indonesia dalam membahas kebijakan pencegahan percepatan penanganan Covid-19 di masing-masing daerah.

Dijelaskan, sampai saat ini untuk status di Kota Jayapura dalam menghadapi penyebaran Covid-19 masih dalam status siaga dan belum dinaikkan menjadi status tanggap darurat.

Pemkot Jayapura menurut Tomi Mano, masih menetapkan status siaga, karena masyarakat diminta untuk menjalankan sosial distancing supaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu, masyarakat juga diminta bisa menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kemudian menggunakan masker atau alat pelindung diri jika bepergian serta menjaga imunitas tubuh dan rajin berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya sudah keluarkan instruksi memperpanjang libur yang seharusnya sampai tanggal 31 Maret kini sampai 17 April 2020. Jika kita lihat ada perkembangan penyebaran Covid-19 kita akan perpanjang masa libur sesuai edaran Menpan RB,” jelasnya.

Dirinya meminta masyarakat Kota Jayapura agar tidak keras kepala dengan masih pergi ke pantai atau berkumpul-kumpul. Wali Kota Tomi Mano minta masyarakat supaya tenang dan diam diri di rumah. Seperti juga warga yang ikut kegiatan di Makassar dan Bogor, harus sadar diri melakukan isolasi mandiri.

“Serta menghubungi call center yang nanti dilayani oleh Kadis Kesehatan. Jika mereka datang ke Puskesmas tentu bisa terdampak pada pasien lain atau orang yang sehat, sehingga ini yang harus ini diperhatikan,” tegasnya.

“Memang di Kota Jayapura sangat terbatas ruang isolasi dan APD. Bagi yang meninggal kami sudah siapkan makamnya di Buper Waena dan kami berikan santunan Rp 15 juta dan pemberian bantuan ekonomi utamanya yang positif, ODP dan PDP maupun masyarakat yang terdampak dalam instruksi wali kota,’’bebernya.

Dirinya juga meminta kepada Orang Dengan Resiko (ODR) seperti tenaga medis atau orang yang sempat berinteraksi dengan PDP atau ODP, harus dipastikan keselamatannya jangan sampai tertular dan menularkan. Untuk itu, harus selalu menggunakan APD maupun memastikan kesehatannya tidak positif Covid-19. “Mereka harus selalu periksakan dirinya,” pungkasnya,

Terkait telekonfrens dengan Kemendagri, menyangkut kebijakan Kemendagri dalam pencegahan percepatan penanganan Covid-19 di Kota Jayapura, Tomi Mano mengatakan, telah dilakukan sesuai dengan instruksi pemerintah pusat. Dimana sebagai wali kota, dirinya telah mengambil tiga kebijakan. Yakni pertama tentang jaringan pengamanan sosial, kedua alokasi anggaran, ketiga, percepatan penggunaan anggaran.

Untuk relokasi anggaran dalam penanganan kesehatan telah dilakukan. Termasuk penanganan dampak ekonomi telah dilakukan dan jaring pengamanan sosial juga telah dilakukan dengan tetap melakukan penyesuaian.

News Feed