PASAL MAKAR BAGI JAKUB, WNA SI PENJUAL MUNISI

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Kitorang mengikuti perkembangan kasus orang asing yang turut ikut campur urusan dalam negeri Indonesia. Dalam hal ini kasus Jakub Fabian Skrzypski (JFS) warga Polandia kedapatan melakukan tindak pidana percobaan kejahatan terhadap keamanan negara. (baca: TERTANGKAPNYA ‘JAKUB’, WNA ASAL POLANDIA PEMASOK MUNISI KKB)

JFS terbukti kedapatan menjual munisi yang diperuntukan bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Hal ini sangat merusak kedamaian tanah Injil Papua. Orang asing ini sepertinya senang sekali jika Papua bergolak menjadi medan pertempuran.

Polisi dengan tegas menetapkan JFS telah melanggar Pasal 106 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP dan atau Pasal 111 KUHP jo Pasal 53 KUHP dan 55 KUHP. Pasal 106 KUHP adalah tuduhan terhadap mereka yang diduga melakukan makar.

Mengutip pada jubi.co.id, makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian wilayah negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan sebagian dan wilayah negara, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun. Pasal ini dikaitkan dengan Pasal 110 KUHP, yakni permufakatan jahat : Permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan menurut pasal 104, 106, 107 dan 108 diancam berdasarkan ancaman pidana dalam pasal-pasal tersebut. Artinya dugaan makar ini didahului dengan suatu permufakatan atau kesepakatan.

Ini menandakan ada lebih dari seorang yang dituduh melakukan tindak pidana tersebut. Terhadap Jakub, polisi menuduhnya melakukan bersama Simon Magal (SM). SM ditangkap di Timika tanggal 1 September 2018. Keduanya ditangani langsung oleh Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Papua dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua. (*)