oleh

Para Tokoh Adat Lapago Himbau Masyarakat Papua Harus Damai

-Artikel-607 views

Kitorangpapuanews – Ketua Tokoh Adat Lapago, Agus Rawa Kogoya menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua harus dan paguyuban Nusantara yang ada di Papua saling berdamai.

“Himbauan atau permintaan saya ini bukan hanya kepada masyarakat Papua tetapi juga paguyuban Nusantara yang di Papua harus saling berdamai dan membangun kembali tali persaudaraan kita yang selama ini lantas jalani,”kata Agus dalam sambutannya kemarin, Kamis, (5/9/2019) di Sentani.

Menurut Agus, aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Papua adalah hanya untuk minta keadilan hukum atas tindakan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di kota study Makassar, Malang dan Surabaya.

Untuk itu, dirinya sebagai ketua tokoh adat yang mewakili wilayah Lapago meminta maaf atas dampak unjuk rasa yang merugikan banyak harta benda, bahkan fasilitas publik lain yang hendak dirusak masa.

“Kita berbeda-beda, suku, agama dan ras tetapi tetap satu yaitu sama-sama ciptaan Tuhan, maka kita harus damai dan saling maafkan,”mintanya Agus.

Acara bakar batu yang digelar Hawai, Sentani pada Kamis, (5/9) kemarin dapat melibatkan TNI/POLRI untuk bertujuan upacara perdamaian atas aksi unjuk rasa di Papua pada Kamis (29/8) lalu.

“Dalam upacara perdamaian bakar batu ini kami telah hadirkan beberapa tokoh adat dari Papua yang meliputi wilayah adat Lapago, Meepago, Animha Saireri dan lainnya untuk mengatakan sikap perdamaian agar kedepan tidak akan ada demo-demo lagi,”jelasnya Agus dalam sambutannya.

Agus meminta kepada seluruh masyarakat Papua maupun paguyuban Nusantara yang ada di Papua bahwa tidak ada lagi demo-demo di Papua.

“Akibat dari aksi demo ini masyarakat telah mengalami banyak kerugian bahkan korban nyawa jadi mulai sekarang tidak ada demo lagi dan saya berharap saling berdamai dan mulai membangun kebersamaan kita sebagai warga negara,”ujarnya.

Setidaknya 57 orang yang tersangka atas peristiwa demontrasi di Papua, terkait itu, Agus juga meminta kepada pihak kepolisian untuk harus membebaskannya.

“Anak-anak kami yang sementara ini dalam proses pemeriksaan kami dari tokoh adat minta harus bebaskan mereka agar mereka pun bisa beraktifitas kembali,”tuturnya.

News Feed