oleh

Para Provkator Makar Papua Didakwa Seumur Hidup atau Mati

Kitorangpapuanews.com – Sidang pertama pembacaan dakwaan untuk tujuh terdakwa kerusuhan Papua sudah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (11/2/2020).Tujuh terdakwa yang disidangkan dengan dugaan makar yakni Alexander Gobay, Fery Kombo, Hengki Hilapok, Buchtar Tabuni, Irwanus Uropmabin, Steven Itlay, dan Agus Kossay.

Dalam sidang dakwaan, tim jaksa yang diketuai Adrianus Tomana dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua mendakwa ketujuh orang tersebut membuat penghasutan untuk perbuatan makar. Oleh karena itu, ketujuh orang itu dikenakan dengan Pasal 106 KUHP, Pasal 110 ayat (1) KUHP, Pasal 82 APP No 12/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pasal 160 KUHP, dan Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang penghasutan untuk membuat makar.

Ketua Tim JPU dari Kejaksaan Tinggi Papua Adrianus Y Tomana mengatakan, ketujuh terdakwa dibagi tiga kelompok. Sebab ada tiga tim majelis hakim berbeda yang menyidang mereka. Secara bergantian, ketujuh terdakwa menjalani sidang pertamanya sejak pukul 11.00 Wita.

“Kami melakukan pembacaan surat dakwaan terhadap tujuh berkas perkara dan tujuh terdakwa kasus makar di Jayapura. Sidangnya terbagi tiga majelis, masing-masing majelis menangani dua perkara, tapi yang satu ada tiga perkara,” kata dia di sela-sela sidang.

Adrianus menceritakan secara singkat kasus makar yang menjerat Agus bersama enam rekannya. Mereka disebut berencana menyerukan pemisahan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah demo di Jayapura.

“Ya, tujuan dari demo yang terjadi itu agendanya untuk memisahkan diri dari negara RI,” kata pria berkacamata itu.

Karena itu, tujuh warga Papua itu didakwa Pasal 106 dan 110 KUHP tentang makar. Dakwaan ini bukan tanpa dasar, Adrianus mengaku telah mengantongi bukti-bukti dan saksi-saksi terkait kasus ini.

News Feed