oleh

PAPUA : SATU KESATUAN DALAM BINGKAI NKRI

-Artikel, Berita-300 views

Kitorangpapuanews.com – “Kasihan rakyat saya ditipu mentah-mentah oleh Belanda. Sebelum teriak merdeka, cari tahu dulu sejarah Indonesia timur”. Kata Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi dalam diskusi Kebijakan Strategis bertajuk “Papua : Meluruskan Masa Lalu, Menatap Masa Depan”.

Pada waktu itu Belanda berusaha memecah belah Indonesia dengan menerapkan politik devide et impera dan memberi janji kemerdekaan ke beberapa wilayah Indonesia termasuk negara Indonesia timur (Papua).

Hal tersebut mengakibatkan rakyat papua telah tertipu dan terperangkap didalamnya sampai dengan saat ini. Menganggap bahwa Papua bukan bagian dari NKRI.

Janji kemerdekaan yang diberikan belanda kepada papua diberikan oleh Gubernur dan bukan oleh seorang Raja.

 

Freddy Numberi menegaskan bahwa kalau suatu negara mau merdeka, itu bukan dikeluarkan oleh gubernur, akantetapi dikeluarkan oleh raja Belanda.

“Kita termakan dan indonesia termakan juga. Ini termakan sampai sekarang, kita terperangkap didalamnya. Padahal itu ciptaan belanda” ujarnya

Hal tersebut dipertegas oleh Pakar Hukum Suparji Ahmad yang berpendapat, untuk mengatasi persoalan Papua ialah dengan mempedomani Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pendapat Suparji ini sebagai pengingat, bahwa isu kemerdekaan Papua yang kerap digaungkan jika semua pihak mempedomani Resolusi PBB maka menjadi tidak relevan.

Mengatasi persoalan Papua, kita harus meneguhkan perjalanan bergabungnya Papua sebagaimana dalam Resolusi PBB No 2504,” kata Suparji dalam diskusi virtual bertajuk “Menguak Akar Konflik Berkepanjangan Di Papua; Dulu, Kini dan Nanti”.

Suparji juga meminta isu-isu seputar Papua jangan dipakai sebagai komoditas politik. “Jadi itulah tonggak penting penegasan Papua adalah bagian dari NKRI,” ujarnya.

Penentuan Pendapat Rakyat (Papera) ialah Pemilihan Umum yang diadakan pada tanggal 2 Agustus 1969 untuk menentukan status daerah bagian barat Pulau Papua antara milik Belanda atau Indonesia.

Dimana dalam Resolusi tersebut, kata Suparji, 82 negara mengakui bahwa Papua merupakan bagian daripada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Argumentasi negara berdasarkan resolusi PBB 2504 bahwa Papua bagian dari NKRI adalah sudah final,” ujar Suparji Ahmad dalam diskusi publik Human Studies Institute (HSI) yang membahas akar konflik berkepanjangan Papua.

News Feed