Papua Optimis Sukseskan PON 2020

oleh -913 views
Menuju PON XX Papua 2020 (Foto : Ilustrasi)

Sejak Papua ditetapkan menjadi tuan rumah PON 2020, beragam pendapat mencuat termasuk penilaian bernada pesimis baik dari dalam maupun luar Bumi Cenderawasih ini.

Tiga tahun lagi Papua akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020, pesta olahraga akbar di Tanah Air yang akan melibatkan 33 provinsi, yang mencetak ribuan atlet serta melibatkan ratusan ribu stakeholder dalam perhelatan akbar tersebut.

Meskipun mendapat penialaian yang bernada pesimis. Namun, semangat untuk menyukseskan event olahraga tersebut tak menyurutkan niat Pemerintah Daerah Provinsi Papua.

Kondisi geografis Papua yang sulit dijangkau juga bukan hambatan dan halangan untuk dapat menghias mimpi provinsi paling timur di Indonesia itu untuk menggelar PON. Sedikit demi sedikit, persiapan untuk mengawali sukses penyelenggaraan PON XX pun dilakukan, dari pembangunan hingga rehabilitasi beragam venue di lima wilayah adat.

Gubernur Papua meminta kepada para pihak yang ragu dan pesimistis PON XX dapat diselenggarakan di tanah para Pace dan Mace, agar berhenti berkomentar, dan mulai turut serta berpartisipasi agar perhelatan olahraga akbar ini sukses.

“Karena itu, para bupati, tokoh politik, siapa saja berhenti bicara pesimis, pasalnya kapan lagi dapat menjadi tuan rumah, mungkin 100 tahun ke depan sehingga diminta berhenti bicara tidak akan jadi, namun sebaliknya PON akan terlaksana di Papua,” tutur Gubernur Lukas.

Infrastruktur yang di siapkan untuk PON XX Papua 2020 (Foto : Dok Dinas PU)

Kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menggelar PON di Papua, merupakan momentum yang monumental, sehingga kepercayaan ini harus disambut baik oleh semua pihak di Papua. Karenanya, Pemerintah meminta semua pihak di Papua untuk meninggalkan pikiran pesimis dan turut bergabung bersama pemerintah provinsi membangun fasilitas PON.

“Saya katakan ini waktu yang paling tepat untuk menggelar PON, karena sejak Indonesia merdeka pada 1945, baru kali ini Papua akan menggelar PON, apalagi selama ini Papua hanya menjadi penyumbang atlet dan bertengger pada peringkat lima, enam dan tujuh,” ujarnya.

Maka, kepercayaan Papua menjadi tuan rumah PON 2020 harus disyukuri karena untuk menjadi tuan rumah tidak sederhana, tidak gampang, serta harus bersaing dengan 33 provinsi di seluruh Indonesia.

“Untuk membangun seluruh fasilitas dalam mendukung penyelenggaraan PON di Papua, dibutuhkan biaya yang tak sedikit, termasuk akomodasi serta persiapan pembangunan venue-venue,” katanya lagi.

Oleh karena itu, Pemprov Papua merasa perlu meminta dukungan doa seluruh masyarakat Papua, termasuk para tua-tua adat agar setiap rencana yang dijalankan pemerintah provinsi, dapat terlaksana sebagaimana mestinya. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *