oleh

PAPUA DALAM BAHAYA !!! ANCAMAN PEMBANTAIAN RASISME DAN PELANGGARAN HAM BERAT OLEH KKSB OPM DI PAPUA

Kitorangpapuanews.com –  Papua dalam Bahaya !!!,  Setelah melakukan pelanggaran HAM berat dengan membantai tiga warga sipil di sugapa kab Intan Jaya, dalam pernyataan resminya Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata ( KKSB) OPM menyatakan bertanggung jawab atas pembantaian yang di lakukan kepada tiga tukang ojek secara sadis dan tak berdosa itu.

Selain itu KKSB OPM memberikan pernyataan ancaman pembantaian rasisme kepada masyarakat sipil yang berada di papua.

Akar masalah  selama ini di Papua sesungguhnya adalah tindakan Pelanggaran HAM dan pembantaian rasisme masyrakat sipil yang dilakukan KKSB OPM

Fakta Pelanggaran HAM berat dan Pembantaian rasisme yang dilakukan separatis KKSB OPM sebagai berikut :

  1. Kelompok Separatis KKSB pimpinan Legakak Talengeng melakukan aksi kebrutalan pada masyarakat sipil di Kampung Olenki, Muara, Ilaga pada Tanggal 17 September 2019. Tidak tanggung tanggung mereka menjadikan masyarakat sipil sebagai tameng untuk melawan aparat TNI-POLRI. Salah satu saksi saat kejadian Pdt Anis Labene STH  menerangkan KKSB pimpinan Lekagak Talengeng menembak 1 orang balita tak berdosa hingga meninggal dan 6 orang masyarakat mengalami luka-luka.
  2. Terbukti kembali peristiwa separatis KKSB secara sporadis melakukan pembantaian dua tukang ojek ditembak oleh Kelompok Kriminal Separatis  Bersenjata (KKSB) di Kampung Amunggi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak. Kamis (26/9) pukul 12.53 WIT. Kedua tukang ojek yang tewas itu ialah La Ode Alwi (34) dan Sattiar B alias Midun ( 25). Kedua tukang ojek itu meninggal akibat ditembak KKB pada Kamis (26/9) pukul 12.53 WIT. Keduanya ditembak saat melintas di jembatan gantung Kampung Amungi. Tanpa rasa kemanusian separatis KKSB pimpinan Benny Murib menyatakan bertanggung jawab atas kejadian penembakan terhadap dua tukang ojek dalam pernyataan resmi nya.
  1. Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua yang kembali beraksi sporadis di Ilaga ibu kota Kabupaten Puncak, Sabtu (28/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIT. Seorang warga tewas ditembak, peristiwa penembakan itu terjadi di Kios Ojong yang tepat berada di ujung Bandara Ilaga, Warga bernama Syahrudin ditembak hingga tewas di tempat.
  2. TEROR…Kelompok Bersenjata Separatis Bersenjata (KKSB) OPM terhadap warga sipil tak berhenti, Kelompok kriminal Separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Lekagak Talenggen kembali beraksi di Distrik Sugapa Kab. Intan Jaya, jumat (25/10/2019) sekitar pukul 11.00 WIT. Sebanyak Tiga orang tukang ojek jadi korban pembantaian dengan tragis menggunakan senjata api. Peristiwa penghadangan dan penembakan terhadap warga sipil bernama Herianto (31), La Soni (25) dan Rijal (31) hingga tewas di tempat,

KKSB OPM merupakan sayap militer ULMWP, sangat bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan selama ini Benny wenda, Veronic Koman, para aktivis HAM dan petinggi KKSB bahwa banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Papua dilakukan TNI/POLRI, fakta yang terjadi selama ini separatis Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) sendiri yang selalu melakukan tindakan pelanggaran HAM  dan Pembantaian Rasisme.

“Dalam definisi pelanggaran HAM sendiri, perbuatan seseorang atau perbuatan sekelompok orang yang menghilangkan nyawa manusia hak hidup itu adalah pelanggaran HAM. Sedangkan rasisme yatu memandang semua nilai sosial masyarakat lain diluar diri mereka itu salah dan tidak dapat diterima, menolak suatu golongan masyarakat yang berdasarkan  berbeda ras.” Kata Frits Remandey Komnas HAM

Apakah kita akan menutup mata dengan Ancaman pembantaian rasismen  dan Pelanggaran HAM berat yang dilakukan Kelompok Kriminal Separtis Bersanjata (KKSB)?

Pemerintah  harus serius menyikapi kasus-kasus Pelanggaran HAM dan Ancaman pembantaian Rasisme yang dilakukan separatis KKSB TPN OPM di Papua dan masyarakat Papua wajib bersatu  untuk menghentikan kebrutalan separatis KKSB OPM dalam membantai warga sipil.

Frits Remandey Komnas HAM menyatakan “ klo kita lihat motif KKSB OPM selama ini adalah motif kriminal, kenapa motif kriminal karena ini dilakukan menyerang berulang-ulang secara tidak manusiawi dan dilakukan terhadap RAS tertentu”.

Menurut Frits Remandes Komnas HAM memberikan dukungan kepada aparat untuk segera melakukan tindakan keamanan kepada KKSB OPM.

HENTIKAN Pelanggaran HAM dan Ancaman pembantaian Rasismen Separatis KKSB OPM.

News Feed